Anindya N. Bakrie yang Saya Kenal: Pintar dan Rendah Hati
- vstory
ANB menggebrak. PT Bakrie Telecom berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta). Dengan produk andalan Esia. ANB berhasil mengerek tarif pulsa telepon Rp 50,- Dialah "biang keladi" turunnya tarif pulsa. Kala itu siapa sih yang tidak pakai Esia?
Selepas itu, Pak ANB membawa tvOne (Lativi) dan antv menjadi tv nomor satu sebagai tv berita (tvOne) dan hiburan (antv). Dan berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia. Kedua stasiun tersebut awalnya berada jauh di bawa stasiun tv lainnya.
Itu cerita sukses ANB. Tentu tak selamanya mulus. Namanya bisnis pasti ada turun naiknya. Bakrie Telecom Tbk., harus reposisi bisnis akibat kemajuan teknologi informasi yang jauh lebih cepat dari prediksi semula. Kini, Bakrie Telecom mulai membangun dari bawah kembali dengan bisnis baru.
"Keberhasilan memang sesuatu yang harus dicapai," katanya dalam sebuah kesempatan. "Tapi kita perlu mempelajari kegagalan sama banyaknya, bahkan lebih banyak, dari keberhasilan itu sendiri," lanjutnya. Dalam dan penuh makna.
Ya, ANB sudah mengalami turun naiknya berusaha. Pernah di atas dan di bawah. Tentu dia bisa memetik hikmahnya.
Kini dia aktif dalam upaya menurunkan emisi karbon. Dia membangun bisnis kendaraan listrik dan baterai. Dan listrik energi terbarukan. Cita-citanya sangat mulia, dia ingin Indonesia menjadi Saudi Arabia-nya energi terbarukan.
Di Hari Pahlawan kemarin, ANB berulang tahun. Selamat Ulang Tahun ke 48. Semoga selalu diberikan kesehatan, umur panjang dan keberkahan dalam menjalankan usaha. Amin Ya Rabbalalamin.
