Sensus Pertanian 2023: 'Mencatat Pertanian Indonesia'
- vstory
VoxPop – Sektor pertanian merupakan sektor yang dapat memberikan kontribusi pada perekonomian nasional, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Triwulan 1 tahun 2023, sektor pertanian memberikan share sebesar 11,77 persen terhadap PDB nasional.
Fenomena masih terbukanya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, tingginya sumbangan devisa yang dihasilkan dari berkembang pesatnya sektor agribisnis maupun penghasil bahan baku bagi industri hilir yang mengolah hasil pertanian, menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat bertahan dalam krisis ekonomi.
Berkaca dengan kondisi tersebut, maka sangat diperlukan ketersediaan data sektor pertanian yang akurat dan termutakhir yang dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah maupun stakeholder dalam merencanakan dan merumuskan kebijakan-kebijakan baik untuk kepentingan intern maupun untuk pembangunan nasional.
Data statistik dasar sektor pertanian secara lengkap dan menyeluruh dikumpulkan melalui kegiatan Sensus Pertanian (ST). Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 tahun 1997, penyelenggaraan Sensus Pertanian menjadi tugas dan tanggung jawab BPS. Sensus Pertanian dilakukan setiap sepuluh tahun sekali yaitu pada tahun yang berakhiran 3 (tiga). Sensus Pertanian yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 merupakan sensus pertanian yang ketujuh, sensus pertanian yang pertama dilaksanakan pada tahun 1963.
ST2023 dilakukan untuk mengakomodasi variabel yang dibutuhkan untuk kelengkapan data pertanian berkembang sangat dinamis, menjawab kebutuhan data baik di level nasional maupun internasional, dan dirancang untuk memperoleh hasil yang berstandar internasional dengan mengacu pada program Food and Agriculture Organization (FAO) yang dikenal dengan World Programme for the Cencus of Agricuture (WCA). Untuk memperoleh keterbandingan internasional, Sensus Pertanian dilakukan sedekat mungkin dengan tahun 2020.
ST2023 merupakan kegiatan besar yang terdiri dari rangkaian tahapan kegiatan yang diawali dengan perencanaan, persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, penyajian dan analisis data.
Kegiatan ST2023 telah dimulai sejak tahun 2021 dan direncanakan seluruh kegiatan akan berakhir pada tahun 2024. Pada tahun 2021, dilakukan kegiatan uji coba pemutakhiran kerangka geospasial dan muatan ST2023, uji coba pencacahan lengkap I dan II, gladi kotor pelaksanaan dan pengolahan ST2023, pengumpulan metadata hasil ujicoba dan gladi kotor, pendataan potensi desa (podes) 2021, dan launching logo serta tagline ST2023.
