Pentingnya Merdeka Belajar Berkelanjutan Demi Tingkatkan Aspek Esensial
- vstory
Maka, untuk meningkatkan skor PISA siswa Indonesia, perlu terobosan dan strategi. Di sinilah, Kurikulum Merdeka bisa menjadi fondasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mendasar dari membaca, Matematika, dan sains.
Jika dicermati, urgensi Kurikulum Merdeka adalah pada upaya mendorong peningkatan capaian dalam aspek numerasi dan literasi anak. Pembelajaran lebih ditekankan pada kedalaman pemahaman dan softskill, jadi ada waktu yang lebih longgar untuk mendalami hal-hal penting mendasar seperti literasi dan numerasi.
Di samping itu, dalam hal penilaian, diselenggarakannya Asesmen Nasional (AN) menggantikan UN juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan skor PISA. Seperti diketahui, AN mencakup literasi-numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar.
Di samping Kurikulum Merdeka dam AN, program Merdeka Belajar yang juga menunjang peningkatan keterampilan literasi dan numerasi adalah Program Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia. Program Merdeka Belajar Episode 23 ini fokus pada pengiriman buku bacaan bermutu untuk jenjang PAUD dan SD.
Pemilahan buku yang tepat dan sesuai perkembangan anak adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan literasi. Terlebih, banyak sekolah di Indonesia memiliki perpustakaan belum layak.
Tak sekadar mengirimkan buku bermutu, program ini juga memfasilitasi sekolah dengan pelatihan dan pendampingan agar buku yang dikirimkan dapat dimanfaatkan secara tepat. Data menyebutkan, dengan adanya pelatihan yang menyertai pengiriman buku bermutu ini, terbukti dapat meningkatkan literasi peserta didik hingga 8 persen untuk kemampuan membaca dan kemampuan mendengar meningkat 9 persen (Kemdikbud.go.id, 27/2/2023).
Kemudian, selain soal kurikulum dan ketersediaan buku bacaan bermutu, pendidik yang berkualitas juga menjadi kunci untuk sangat berpengaruh dalam upaya meningkatkan literasi dan numerasi anak atau siswa. Dalam hal ini, Program Merdeka Belajar Episode 5: Guru Penggerak merupakan langkah untuk menciptakan sosok-sosok guru yang biasa diandalkan.
Dalam program Guru Penggerak ini, guru mendapatkan pelatihan daring, lokakarya, konferensi, hingga pendampingan selama 6 bulan. Dengan semua itu, peserta Guru Penggerak diharapkan mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu mengakomodasi mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda serta mampu menerapkan praktik coaching.
