Indonesia, Paru-paru Dunia yang Sedang Sesak Napas

"gambaran hutan yang mengalami deforestasi" (Source: Ulet Ifansasti/Greenpeace)
Sumber :
  • vstory

Kelapa Sawit
Selain pertambangan, indonesia terkenal menjadi salah satu produsen minyak sawit di dunia. dengan begitu, kelapa sawit menjadi indikasi banyaknya deforestasi di indonesia walaupun sesama berupa pohon, ternyata pohon kelapa sawit biasanya tumbuh di daerah yang dahulunya hutan tropis, oleh karena itu, biasanya dengan banyaknya ekspansi kelapa sawit, semakin banyak juga pembukaan lahan hutan tropis dan hutan rawa gambut.
 
Analisis dari The Tree Map menunjukkan bahwa pada tahun 2023, 10.787 hektare lahan gambut dibuka untuk perkebunan kelapa sawit industri. Data dari Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat dari tahun 1989-2013 bahwa Indonesia mengalami peningkatan luas tanam kelapa sawit sebesar 91,7%, di mana 53,8?rasal dari hutan tropis yang ditebang atau dibuka.
 
Adapun dampak dari ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh produsen kelapa sawit sangat berdampak pada keanekaragaman hayati di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan. Menurut penelitian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), setidaknya terdapat 10.000 dari sekitar 75.000-100.000 orangutan di Kalimantan terancam punah karena wilayahnya dibuka untuk perkebunan kelapa sawit.
 
Tidak hanya berdampak pada keanekaragaman hayati, ekspansi perkebunan kelapa sawit juga memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan dalam bentuk emisi gas rumah kaca, pencemaran polusi asap, dan air. Penggundulan hutan untuk membuka lahan perkebunan mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap karbon dioksida, yang merupakan salah satu penyebab utama pemanasan global. Selain itu, praktik pembakaran lahan sering digunakan untuk membuka lahan baru, menghasilkan polusi asap yang berdampak buruk pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat sekitar.
 
Pencemaran air juga menjadi masalah besar, karena penggunaan pestisida dan bahan kimia lain dalam perkebunan kelapa sawit dapat meresap ke dalam sumber air, mengancam kesehatan ekosistem air dan komunitas yang bergantung pada air bersih. Secara keseluruhan, ekspansi perkebunan kelapa sawit tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati dan spesies yang terancam punah seperti orangutan, tetapi juga berkontribusi pada masalah lingkungan yang lebih luas yang berdampak pada perubahan iklim dan kualitas hidup manusia.
 
Aktivitas pertambangan dan perkebunan yang dimiliki oleh pihak swasta maupun pemerintah memang berdampak pada perkembangan infrastruktur, seperti pembangunan jalan raya, rumah sakit, dan sekolah di daerah-daerah pedalaman hutan. Pendapatan ekonomi dari sektor pertambangan dan perkebunan sangat menarik dan berpotensi meningkatkan pendapatan negara. Namun, harga yang harus dibayar adalah pengorbanan sumber daya alam kita. Sumber daya alam inilah yang seharusnya kita wariskan kepada generasi mendatang. Jangan sampai kekayaan alam Indonesia yang melimpah menyebabkan krisis air dan oksigen di masa depan.
 
Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah mengambil langkah-langkah terbaru untuk mengurangi deforestasi di Indonesia. Langkah-langkah tersebut meliputi penerapan Inpres tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta pengendalian kerusakan gambut. Selain itu, pemerintah juga menerapkan strategi net zero deforestation, yang berarti bahwa ketika deforestasi terjadi di suatu tempat, akan dilakukan reforestasi di tempat lain untuk mengimbanginya.
 
Upaya yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan komitmen untuk mengurangi deforestasi dan menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, kesadaran dan tindakan dari seluruh lapisan masyarakat serta kerja sama yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil tetap menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia dapat diwariskan kepada generasi mendatang tanpa menimbulkan krisis lingkungan yang parah. Dengan langkah yang tepat dan komitmen yang kuat, Indonesia bisa menjadi contoh nyata dalam upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

img_title Sahroni Dukung Penambahan Jumlah Polhut: Bukti Komitmen Pemerintah Lindungi Hutan
Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Kemenhut Marcus Octavianus Susatyo (tengah)

Indonesia Dorong Negara ASEAN Perkuat Hak Kelola Hutan untuk Masyarakat

Kemenhut dorong penguatan tata kelola perhutanan sosial di ASEAN sebagai upaya perkuat kepastian tenurial sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan hutan.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut