Siaga Potensi Banjir, BPPT Siapkan Operasi TMC

Banjir di Ciledug Indah Tangerang, Minggu, 21 Februari 2021.
Sumber :
  • VoxPop/ Sherly.

VoxPop – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mencegah semakin meluasnya banjir di wilayah Jabodetabek.

img_title Mengupas Aplikasi Transformasi Digital UMKM, Inovasi yang Membantu Pelaku Usaha Bertahan di Tengah Persaingan

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk mengaktifkan Posko TMC di Halim Perdana Kusumah yang sudah disiapkan sejak awal 2021. Penyiapan posko TMC tersebut merupakan upaya mitigasi banjir yang disiapkan untuk antisipasi fenomena La Nina serta faktor cuaca lainnya.

“TMC dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk mengurangi dampak negatif dari terjadinya banjir melalui redistribusi curah hujan sehingga kejadian hujan ekstrem bisa berkurang. Dengan teknologi modifikasi cuaca diharapkan wilayah yang mempunyai potensi terjadinya genangan dan banjir bisa terhindar dari curah hujan penyebab banjir,” ungkap Kepala BPPT.

img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

Sesuai dengan informasi yang didapat dari Jaringan Informasi Kebencanaan (INDI) Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana (PTRRB-BPPT), menunjukkan bahwa berdasarkan Radar Cuaca BMKG pada hari Sabtu tanggal 20-02-2021 pukul 00.14 Potensi Curah Hujan cukup tinggi di Jakarta dan sekitarnya yang bervariasi antara 30-60 mm/jam.  

Intensitas curah hujan tinggi terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur serta wilayah Selatan Jakarta seperti Parung, Sawangan, dan Kota Depok, Pamulang, Pondok Aren dan beberapa wilayah Provinsi Banten lainnya seperti Cikupa, Curug, Balaraja, Rangkasbitung, dan lain-lain. 

img_title BPBD Ungkap Banjir di Kota Padang Meluas ke 3 Kecamatan

Berdasarkan hal tersebut BPPT melakukan analisis faktor penyebab timbulnya peringatan dini tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pergerakan massa udara lembab dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa bagian Barat yang terakumulasi dengan massa udara dari Samudera Indonesia memicu pembentukan awan hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di wilayah Jabodetabek, dan kondisi ini akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.

Hasil pengamatan ini dijadikan sebagai informasi yang menguatkan peringatan dini yang telah dikeluarkan oleh BMKG sebelumnya. Dari rilis yang telah disampaikan, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT sendiri melakukan kajian prediksi cuaca dibantu oleh peralatan radar yang dimiliki saat ini yaitu Radar Furuno, kemudian dukungan data dari BMKG yang bisa diakses secara massif. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut