Chris Wren, CEO British Chamber of Commerce Indonesia

Iklim Investasi RI Membaik di Era Reformasi

Chris Wren, CEO British Chamber of Commerce di Indonesia dalam wawancara dengan VoxPop.
Sumber :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

British Chamber of Commerce

img_title Prediksi Pasar Meleset, Ekonomi Inggris Tumbuh Lebih Cepat

Apa peran British Chamber of Commerce untuk meningkatkan pemahaman pebisnis Inggris untuk lebih banyak memahami Indonesia?

Kami sudah melakukan roadshow di banyak kota di Inggris. Kami fokus memberikan informasi kepada masyarakat untuk lebih banyak mengetahui Indonesia dengan kesempatannya yang ada.

img_title Brexit Tak Berdampak Kuat Pada Perdagangan dan Investasi RI

Kami telah bertemu banyak orang selama roadshow dan banyak waktu, kami membantu membuka peluang dan kesempatan untuk bermitra dengan Indonesia.

Bulan Juni 2018 nanti kami akan mengikuti International Business Festival di Liverpool, kami akan ajak pebisnis dari Jawa Timur dan Jawa Barat selama kunjungan yang terfokus pada sektor manufaktur, makanan dan minuman, dan maritim.

img_title Pengamat: BI Perlu Perkuat Cadangan Emas

Apakah ada saran bagi startup dan pebisnis Indonesia untuk menjalin hubungan dengan pebisnis Inggris atau dari negara asing lainnya?

Pertama, orang Inggris itu tidak jauh berbeda dengan orang Indonesia. Mereka memiliki motivasi yang sama untuk berbisnis dan menghasilkan keuntungan, menambahkan nilai tertentu dan menjadi rekanan untuk berkembang dengan negara lain. Jadi tidak menjadi suatu yang asing untuk berbisnis dengan orang Inggris.

Kemudian mulai membiasakan dengan aspek budaya yang berbeda, untuk melakukan bisnis dengan negara barat, Inggris, dan penting untuk memiliki strategi bagaimana membangun jaringan yang kuat, jadi British Chamber od Commerce ini sangat membantu.

Anda di Indonesia sudah cukup lama, bagaimana melihat Indonesia di Era Reformasi, yang kini sudah berjalan 20 tahun?

20 tahun itu waktu yang panjang. Waktu berbincang dengan Presiden BJ Habibie, Indonesia tentu menginginkan demokrasi, tapi juga belum terlalu siap untuk terlibat dengan demokrasi setelah Orde Baru.

Tapi Indonesia sendiri telah mengalami kemajuan yang signifikan. Presiden telah mendukung banyak kontribusi bagi bangsa, kemudian generasi milenial juga memiliki aspirasi.

Salah satu juga yang saya amati, media dan kebebasan pers juga sangat berperan memberi informasi kepada masyarakat. Media harus check and balance tidak saja politik, tapi juga bisnis. Apalagi Indonesia sekarang termasuk negara anggota G20. Indonesia harus berkontribusi dan memberi pengaruh dalam pembangunan global yang juga berdampak pada domestik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut