Iklim Investasi RI Membaik di Era Reformasi
- VoxPop/Muhamad Solihin
Bagaimana iklim investasi di Indonesia? Apakah semakin baik?
Tentu lebih baik, meski ada beberapa hal yang tidak mudah seperti peraturan yang kompleks, peraturan yang kerap berubah serta belum jelasnya aturan kepemilikan asing terhadap suatu bisnis. Masih adanya juga kesulitan bagi pekerja asing untuk bekerja secara permanen.
Tapi Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan. Kemudahan bisnis sudah meningkat menurut Indeks Dunia. Indonesia dan Inggris juga memiliki kekuatan hubungan seperti dengan Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM), kami bekerja sangat dekat, untuk membuat Indonesia lebih banyak mengetahui bagaimana melihat peluang bisnis dengan Inggris.
Apa peluang dan tantangan bagi pebisnis Inggris di Indonesia?
Mungkin salah satunya adalah masih ada sebagian masyarakat Inggris yang tidak mengenal Indonesia. Apa yang kita temukan dari roadshow di Inggris selama ini, dari satu kota ke kota lainnya, kebanyakan orang cuma tahu Bali.
Jadi ini tantangan supaya orang Inggris tahu bahwa Indonesia terdiri dari populasi besar yang pertumbuhannya terus meningkat, milenial yang sangat dinamik, teknologi savvy, jadi ini menarik untuk meningkatkan ketertarikan pebisnis Inggris untuk mengeri jika mau usaha dan sukses di Indonesia. Mereka harus belajar proses dan perjalanan untuk berbisnis di Indonesia.
Indonesia saat ini memasuki 'Tahun Politik.' Bagaimana Anda mengantisipasi situasi ini?
Di setiap negara di dunia, pemilu bisa menjadi gangguan yang besar. Banyak mobilisasi politis karena beberapa pihak fokus untuk menunjukkan posisi mereka di pemerintahan berikutnya yang terpilih.
Tapi demokrasi juga penting. Ada yang bilang demokrasi artinya boleh berdemo di Bundaran HI, yang waktu itu sempat menyebabkan kemacetan parah di separuh jakarta. Sebaiknya para poiltisi juga melakukan pendekatan yang konstruktif selama kampanye, jadi bisnis tidak terpengaruh dari kampanye. Politisi punya tanggung jawab.
Pemerintah Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur, yang berdampak kenaikan signifikan dalam jumlah utang RI. Bagaimana Anda melihat kondisi ini?
Ada waktu untuk investasi dan mengambil keuntungan, untuk meminjam dan mengelola. Bank Indonesia punya reputasi yang sangat baik untuk mengelola ekonomi dalam basis makro, menyediakan medium dan long term dalam cara yang positif bagi Indonesia. Sebagai chamber of commerce, salah satu pengeluaran terbesar adalah biaya logistik. Mengirimkan produk itu butuh infrastruktur, jadi ini sangat kami sambut.
