Iklim Investasi RI Membaik di Era Reformasi
- VoxPop/Muhamad Solihin
Apa peran British Chamber of Commerce dalam meningkatkan perdagangan dan investasi Inggris di Indonesia?
Ketika awal dibentuk, British Chamber of Commerce adalah pusat atau inti organisasi keanggotaan, di mana kita saling memberi dukungan kepada partisipan yang berinvestasi di Indonesia dan berbisnis di Indonesia. Baru-baru ini, kita memiliki satu unit yang didedikasikan untuk mendukung usaha kecil dan menengah, yang ingin terhubung dengan pebisnis Indonesia. Jadi ada berbagai sektor seperti ekspor, impor, joint venture, teknologi dan transfer pengetahuan. Jadi British Chamber o Commerce seperti fasilitator, kami memfasilitasi perdagangan dan investasi antara UK dan Indonesia.
Apa sektor yang paling menarik bagi para pebisnis Inggris untuk berinvestasi di Indonesia?
Ini menarik, karena ini sebenarnya sulit dijawab. Alasan sederhananya, jika dilihat dari seluruh perusahaan menunjukkan ketertarikannya berbisnis di Indonesia itu sektornya bervariasi. Kita seharusnya tidak terkejut dengan hal ini, karena Indonesia adalah negara dengan penduduk yang besar dan beragam.
Secara geografis luas Indonesia itu jaraknya seperti dari London ke Turki, jadi itu sangat besar. Ada beberapa sektor menarik seperti pendidikan, kemudian ada minyak dan gas, kemudian teknologi yang dibangun untuk mendukung clean energy, renewable energy, lalu financial services. Jadi banyak sektornya, tentunya retail juga tidak ketinggalan.
Bagaimana dengan bisnis kecil dan menengah, industri kreatif atau startup? Apakah British Chamber of Commerce juga memfasilitasi?
Ada banyak fokus baik itu dari Kedutaan Besar Inggris dan British Council, yang membantu kolaborasi antara UK dan Indonesia, seperti misalnya industri kreatif yang didorong oleh ketertarikan UKM. Baru-baru ini juga ada penandatanganan antara Liverpool dan Surabaya, di mana industri kreatif jadi salah satu fokus utama.
Bagi kami, sebenarnya UKM juga menjadi fokus utama. Karena perusahaan besar tidak terlalu butuh support atau bimbingan.
Beda dengan UKM yang membutuhkan masukan mengenai bagaimana berbisnis di Indonesia, kemudian terkait peraturan pemerintah, hukum dan lainnya. Jadi mereka butuh bimbingan dan saran dari British Chamber of Commerce.
