Cadev Naik, Kemenkeu Akui Habis Narik Utang dari ADB dan World Bank

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Mohammad Yudha Prasetyo

VoxPop – Bank Indonesia telah merilis cadangan devisa RI Juli 2019 yang sebesar US$125,9 triliun atau naik dari Juni 2019 yang sebesar US$123,8 miliar. Peningkatan terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan valas lainnya, serta penarikan utang luar negeri pemerintah.

img_title Penerimaan Pajak dan Jasa Masuk, Cadangan Devisa RI Juni 2026 Naik Jadi US$145,6 Miliar

Terkait penarikan utang luar negeri pemerintah, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjelaskan, itu berasal dari penarikan pinjaman yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Asian Development Bank atau ADB senilai US$500 juta.

"Iya, tercatat masuk di Juli ADB. Kurang lebih US$500 juta," kata dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

img_title Rupiah Menguat Meski Cadangan Devisa Mei Turun & Harga Minyak Mentah Melonjak

Dengan adanya tambahan penarikan pinjaman tersebut, lanjut dia, maka penarikan pinjaman terhadap ADB hingga Juli 2019 sudah mencapai US$1 miliar. Itu setara dengan pinjaman yang telah ditarik dari World Bank hingga Juli 2019 yang juga sebesar US$1 miliar. 

"Sehingga sampai Juli kurang lebih US$2 miliar (yang berasal dari multilateral)," tutur dia.

img_title Pemerintah Bayar Utang hingga BI Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa RI Mei 2026 Melorot Jadi US$144,9 Miliar

Dia menjelaskan, penarikan tersebut dilakukan pada akhir Semester I 2019 lantaran kondisi pasar keuangan global saat ini sedang mengalami tekanan karena gejolak perekonomian dunia yang sedang tidak kondusif. Terutama, akibat meningkatnya tensi perang perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.

"Kalau market tertekan kita bisa mengambil lebih banyak pinjaman. Jadi salah satu strategi kita dalam me-manage sumber pembiayaan kita," tegas Luky.

Sebagai informasi, BI mencatat bahwa posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,3 bulan impor atau tujuh bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. 

Rupiah melemah terhadap dolar AS.

Rupiah Tetap Dibuka Melemah di Rp 17.988 Meski BI Laporkan Naiknya Cadangan Devisa Juni 2026

Hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.988 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.980 per dolar AS.

img_title
VoxPop.co.id
8 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut