Jurus Indonesia Kenalkan Kopi Khas Nusantara di Negeri Dewa-Dewi
- KBRI Athena
Selain memberi presentasi mengenai speciality kopi Indonesia serta prosesnya sejak dari pembibitan hingga proses roasting, mereka juga memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengikuti proses cupping, yaitu menilai rasa dan aroma kopi dengan mencium dan menyesap kopi sesuai urutan oleh para pengunjung.
Beberapa pengunjung pun memberi apresiasi atas pengenalan dua varian kopi Indonesia ini. Salah satunya disampaikan oleh seorang warga Yunani bernama Panagiotis.
Menurut dia, kopi Indonesia khususnya - kopi Manggarai dan kopi Lintong yang dihadirkan - memiliki keunikan tersendiri dengan cita rasa yang kuat. Selain itu kopi Indonesia memiliki kelebihan lain yakni masih diproduksi secara organik, di saat sebagian besar produsen kopi lainnya telah melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan hasil kopi dalam jumlah yang besar," ujar penikmat kopi itu.
Mereka tak sekadar mendengar presentasi dan mencoba. Ada pula beberapa pengunjung yang menyatakan ketertarikan untuk melakukan kerja sama bisnis dengan dua pengusaha Indonesia baik Kamari coffee maupun Bella Coffee.
Ini yang membuat Ferry Adamhar, Duta Besar RI untuk Yunani, optimistis bahwa negara ini termasuk pasar yang menggiurkan bagi pengusaha kopi asal Indonesia. Apalagi semakin bertambahnya para penikmat kopi di Yunani setiap tahun.
"Di sisi lain, Yunani hanya dapat mengandalkan kopi impor dari negara lain menjadi prospek bisnis kopi yang menjanjikan bagi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Keikutsertaan pertama kali Indonesia di Athens Coffee Festival ini menjadi landasan awal untuk promosi Indonesia sebagai negara produsen kopi dan lebih mendorong pemasaran kopi Indonesia”, ungkap Dubes Ferry.
Dia pun menggaris bawahi bahwa strategi promosi kopi khas nusantara adalah dengan menekankan bahwa Indonesia adalah salah satu dari sepuluh produsen kopi terbesar. "Kami berharap, penetrasi pasar kopi Indonesia tidak hanya sampai di Yunani. Namun, melalui Yunani, kopi Indonesia masuk ke negara-negara Eropa Barat, kawasan Balkan dan Mediterania, bahkan lebih jauh ke Afika Utara," lanjut Ferry.
Kopi Dingin
Kebiasaaan minum kopi di Yunani sudah ada sejak masa Kekaisaran Ottoman di wilayah itu dari akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-19 dan berkembang seiring waktu dengan pilihan jenis kopi yang semakin bervariasi. Kebiasaan meminum kopi dingin bagi masyarakat Yunani diperkenalkan oleh Dimitris Vakondios, seorang pegawai perusahaan Nestlé yang tanpa sengaja menciptakan kopi frappé pada saat mengikuti Thessaloniki International Trade Fair tahun 1957.
