70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Rusia, Kian Erat dan Strategis
- KBRI Moskow
Di era Orde Baru, Moskow seakan jauh dari “radar” Indonesia. Akan tetapi, terdapat beragam upaya untuk mendekatkan hubungan kedua negara. Pada bulan Juli 1986, ketika berpidato di Vladivostok, pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev menyebut Indonesia salah satu di antara negara-negara dimana Uni Soviet siap memperluas hubungan.
Kembali Mendekat
Terobosan untuk mendekatkan kembali hubungan kedua negara ditandai dengan kunjungan Presiden Soeharto ke Moskow pada 7-12 September 1989. Dalam kunjungan tersebut ditandatangani Pernyataan mengenai Dasar-Dasar Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama antara Indonesia dengan Uni Soviet.
Perubahan geopolitik di dunia internasional awal tahun 1990-an yang ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin dan bubarnya Uni Soviet berdampak pula pada arah hubungan Indonesia dan Rusia. Uni Soviet dibentuk pada 30 Desember 1922 dan dinyatakan bubar pada 25 Desember 1991. Pada 28 Desember 1991 melalui surat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Ali Alatas, yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Andrei V. Kozyrev, Pemerintah Indonesia mengakui secara resmi Federasi Rusia sebagai “pengganti sah” (legal successor) Uni Soviet. Indonesia dan Rusia terus berupaya meningkatkan hubungan dan kerja sama.
Pada awal abad ke-21 hubungan dan kerja sama Indonesia dengan Rusia memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan saling kunjung atau pertemuan pemimpin kedua negara dan para pejabat tinggi pemerintahan, serta saling dukung di forum internasional. Hubungan dan kerja sama tidak hanya terjalin pada tingkat pemerintah atau eksekutif, tetapi juga tingkat lainnya, seperti legislatif dan yudikatif, pelaku usaha, media, dan masyarakat.
Sejak tahun 2000 terjadi pertemuan yang sangat intensif antara Presiden Indonesia dan Presiden Rusia. Selama tahun 2000-2020 tercatat 13 kali pertemuan bilateral antara presiden kedua negara, 4 kali di antaranya dilakukan saat kunjungan dan 9 kali lainnya di sela-sela konferensi internasional. Presiden Vladimir Putin telah bertemu dengan empat presiden Indonesia dari Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.
Jika Presiden Soekarno merayakan ulang tahun di Moskow tahun 1961, maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merayakan ulang tahunnya ke-63 di Vladivostok saat menghadiri KTT APEC pada 9 September 2012. Sementara itu, Presiden Vladimir Putin merayakan ulang tahun ke-61 di Bali saat menghadiri KTT APEC pada 7 Oktober 2013.
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Vladimir Putin sebanyak 3 kali, yaitu di KTT APEC Beijing pada 10 November 2014, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sochi pada 18 Mei 2016 sebelum menghadiri KTT Rusia-ASEAN pada 19-20 Mei 2016 dan East Asia Summit (EAS) di Singapura pada 14 November 2018.
