Hipmi: Jangan Hambat Industri Tembakau Elektrik dengan Regulasi

Macam-macam bentuk rokok elektrik.
Sumber :
  • dok. pixabay

VoxPop – Tumbuhnya industri produk tembakau alternatif di Indonesia membuat pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jakarta Raya tertarik mengembangkannya. Sebab, industri ini membuka lapangan kerja baru.

img_title Usai Viral Libatkan Anak Promosikan Vape, Bigmo Bakal Dipanggil Polda Metro Jaya

Sekretaris Hipmi Jaya, Arief Satria Kurniagung mengatakan, industri produk tembakau alternatif yang juga dikenal dengan istilah rokok elektrik ini adalah inovasi produk tembakau konvensional yang memiliki potensi besar dikembangkan. 
 
Menurut dia, meski tergolong industri baru, produk tembakau elektronik ini justru sudah bisa diproduksi oleh pengusaha lokal. Sehingga, peluang membuka lapangan pekerjaan baru juga besar.

“Ini bisa diproduksi oleh pengusaha lokal, peluangnya juga terbuka luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang lebih baik,” ujar Arief dalam keterangannya, Rabu 11 Maret 2020.

img_title 4 Anak yang Diduga Diajak Bigmo Promosikan Vape Hingga Orang Tuanya Diperiksa Polisi

Untuk itu, Arief menuturkan industri ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah karena memiliki nilai tambah. Meskipun, pro kontra terkait tembakau elektrik ini cukup besar khususnya dari Kementerian Kesehatan.

"Pemerintah perlu mengkaji secara matang dalam meregulasi produk tembakau alternatif. Sebab beberapa studi menunjukkan produk tembakau alternatif lebih rendah risiko dibandingkan rokok konvensional. Pelaku industri siap untuk berdialog. Jadi, kebijakan yang dihasilkan lebih efektif,” katanya. 

img_title Gegara Ajak Anak Dibawah Umur Promosikan Liquid Vape, Bigmo Kembali Berurusan dengan Polisi

Sedangkan, Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto mengatakan saat ini sebenarnya pemerintah masih banyak pekerjaan rumah terkait aturan yang ingin dirapikan, misalnya soal kemasan dan perlindungan konsumen. 

“Industrinya baru, jadi kita perlu menyiapkan (regulasi) untuk menata industri ini jauh lebih baik,” kata Aryo. 

Selain itu, Aryo mengatakan, pemerintah harusnya menyiapkan aturan cukai yang tidak memberatkan pelaku usaha yang mayoritas masih masih berbasis UMKM. Ia mengaku penetapan cukai sebesar 57 persen sangat membebani pelaku usaha.

“Industri produk tembakau alternatif masih didominasi pemain dari sektor UMKM. Oleh karena itu kami berharap pemerintah memberikan perhatian karena industri ini sedang berusaha untuk berkembang,” kata Aryo. 

Bigmo klarifikasi lewat live streaming

Siapa Bigmo? Youtuber Dilaporkan ke Polisi Buntut Ajak Anak Promosi Vape, Pernah Berseteru dengan Azizah Salsha

Dalam video itu, Bigmo terlihat berada di sebuah toko penjual vape saat beberapa anak menghampirinya untuk meminta foto bersama. Situasi kemudian berubah ketika seorang

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut