Penemu Teknologi Antikanker, Warsito

Berharap pada Perpres Jokowi

Terapi Pengobatan Kanker ECCT Dr. Warsito.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Muhamad Solihin

Kuncinya di kepala negara?
Saya kira harapannya ke Pak Jokowi. Kami sudah bicara ke Seskab, ada sih dukungan, tapi kami berharap Beliau mendorong supaya diatur di atasnya. Berharap ada perpres.

img_title Malangnya Nasib Orang-orang Cerdas di Negeri Ini

http://media.voxpop.id/thumbs2/2016/04/03/5700ed6b6a85c-terapi-pengobatan-kanker-ecct-dr-warsito_663_382.jpg

Strategi lainnya?
Bisa juga membuat temuan menjadi bentuk prototipe, lalu membuatnya menjadi komplementer. Seperti yang diberlakukan di Jepang, Jerman, Polandia. Misalnya mobil listrik. Bisa digunakan di wilayah tertentu saja atau komunitas tertentu. Sifatnya uji coba beberapa tahun. Jika menjanjikan, bisa ditingkatkan produksi dan pemakaiannya menjadi lebih luas lagi.

img_title Kontroversi Rompi Warsito

Teknologi antikanker ini bisa mematikan media pengobatan lain. Tanggapan Anda?
Enggak ada evaluasi sampai sejauh itu. Tapi, media antikanker itu banyak. Mulai dari kemoterapi, cancer therapy, imunoterapi. Inggris mulai mengembangkan virus antikanker yang mengembalikan imunitas tubuh, Polandia juga pakai imunoterapi. Kemoterapi sedang ditinjau kembali di dunia internasional. Efektif tapi belum bisa menyembuhkan. Harganya juga mahal, US$120 ribu per tahun atau US$10 ribu per bulan. Jika Leukemia sekitar US$45 ribu per bulan.

Data penderita kanker di Indonesia?
Data WHO, di seluruh dunia, 8 juta yang meninggal setiap tahun. 70 persen meninggal setahun setelah didiagnosis. Itu artinya, 20 sampai 25 ribu orang per hari. Kematian nomor dua setelah jantung. Di 22 negara bagian Amerika sudah nomor satu mengalahkan jantung. Di Indonesia, satu juta yang meninggal dalam setahun. Setiap hari bisa 1.000 orang.

img_title Zat Antikanker Ditemukan dalam Tanaman Kelelawar Hitam

Selain vaksin, ada berapa metode teknologi antikanker?
Di Inggris kembangkan vaksin, di Jepang pakai sel darah putih dari tubuh sendiri. Di dunia sebenarnya ada tiga yang mirip seperti temuan saya.

Di Amerika menggunakan medan listrik campur arus listrik. Voltasenya di atas 50. Kedua pakai biomagnet. Sedangkan ketiga punya saya, pure pakai medan listrik. Di Jepang ada ide untuk kombinasi, ECCT dan imunoterapi, vaksin dengan ECCT atau vaksin dengan imunoterapi. Kombinasi paling efektif.

Kecepatan waktu sembuh dengan ECCT saja?
Terbukti di bawah enam bulan. Banyak yang sudah sembuh, ada ratusan. Rentang waktunya dua sampai tiga tahun. Biasanya benar-benar hilang itu minimal 2.5 tahun. Tinggal pemantauan, kontrol.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut