Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr Nasaruddin Umar

Istiqlal Bisa Jadi Kiblat Peradaban Umat Islam Dunia

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Muhamad Solihin

Terkait toleransi?
Kami mempraktekkan toleransi  sejati di sini. Contohnya  pada hari raya Idul Fitri, Idul Adha penuh sesak di sini, sampai ke depan-depan, meluber sampai ke jalan raya. Tetangga kita di sini adalah Katedral, halaman parkirnya kami pinjam dan memang dipinjamkan untuk digunakan parkir jemaah Masjid Istiqlal. Tapi pada saat yang berbeda suatu saat katedral itu ada event yang penting parkirnya tidak ada itu juga bisa menggunakan lapangan parkir kami. Jadi kalau ada tamu Katedral yang ingin masuk Istiqlal ya kami welcome.
Dari segi penempatan, lokasi Istiqlal sangat strategis, berada di samping istana, di samping alun-alun, di samping Pasar Baru, dan dikerumuni oleh rumah-rumah ibadah lain. Jadi kehadiran Masjidi Istiqlal di tengah majemuknya Jakarta itu satu contoh Istiqlal ini harus menjadi masjid moderat. Tidak  tepat kalau Masjid Istiqlal ini menjadi aliran keras, atau aliran berat. Biarkanlah Istiqlal menemukan dirinya, menemukan bentuknya, seperti bentuknya Indonesia, jadi miniatur Indonesia adalah Istiqlal.
 

img_title Presiden Jerman Bakal Lawatan ke Indonesia 15 Juni 2026

Selain itu?
Istiqlal harus menjadi lambang kebanggaan. Istiqlal harus memasyaratkan ide-ide baru. Istiqlal harus selalu menawarkan sesuatu yang baru, dan Istiqlal harus selalu dekat dengan masyarakat. Aneh kalau masyarakatnya tidak dekat dengan masjid. Karena itu saya sering mengatakan, kalau seandainya Istiqlal cepat rusak karena dipakai itu lebih baik daripada mengkilap tapi tak pernah dipakai. Itu menjadi falsafah saya. Makanya seluruh ruang-ruang yang kosong di atas itu ada studi-studi, mau belajar ngaji, mau belajar bimbingan tesis, kitab, kimia, bilologi, tadarusan Al Quran silahkan. Istiqlal sebentar lagi akan kami buka 24 jam.
Masjid Istiqlal ini adalah ruang besar untuk umat  Islam mazhab manapun juga, aliran manapun juga. Karena masjid ini tidak boleh ekslusif hanya menerima sunni saja. Salafi juga boleh, yang penting Anda jangan bawa bom, jangan membuat kekacauan. Semua orang boleh, orang nonIslam saja boleh, bule saja boleh masuk, masak orang Islam tidak bisa masuk. 

Bagaimana Anda melihat Ramadan di Indonesia?
Ramadan di Indonesia paling spesifik di seantero dunia Islam. Ada seorang Amerika menyelesaikan studinya di Arab Saudi, meneliti Ramadan di Indonesia sebagai basis researchnya. Kenapa? Satu-satunya negara  yang paling semarak merayakan bulan ramadan adalah Indonesia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Usai Salat Id di Istiqlal, Gibran Langsung Diserbu Warga Ajak Foto
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut