Awalnya Kain Kafan, Sally dan Ibnu Kenalkan Batik Trusmi

Mengenal Batik Trusmi Cirebon Lebih Dekat
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Purna Karyanto

VoxPop.co.id – Pasangan muda ini, Ibnu Riyanto (27) dan Sally Giovani (27) akhirnya berhasil membuktikan jika usia muda dan menikah muda bukan penghalang untuk meraih impian. Keduanya berhasil membangun kerajaan bisnis batik di Cirebon, Jawa Barat berlabel EBatik Trusmi dengan omzet miliaran rupiah. 

img_title Cantiknya Batik Sekar Arum Sari, Resmi Jadi Seragam Baru Jemaah Haji Indonesia 2024

Selama 10 tahun perjuangan membangun usaha, jatuh bangun pun dirasakan pasangan yang sudah memiliki dua anak ini. Beberapa kali gagal dan sempat ditipu tidak menyurutkan langkah Sally dan suaminya yang kalau itu memulai usaha di usia 17 tahun. 

Sally menuturkan, memilih menikah muda karena tidak ingin menjadi beban orangtua. Kebetulan ia produk broken home. Selepas SMA, ia dan sang suami akhirnya sepakat menikah. ”Setelah menikah kami memutuskan untuk memulai usaha, karena tidak mungkin minta sama orangtua. Akhirnya uang hasil dari kado pernikahan kami jadikan modal,"
kata Sally mengawali perbincangan dengan VoxPop.co.id, di show roomnya yang berada di Jalan Trusmi Kulon No.148 Plered, Cirebon. 

img_title Didiet Maulana: Shopee Buktikan Batik Lokal Juga Layak Ekspor

Ia pun bercerita, memulai usahanya tersebut dengan berjualan kain kafan. Saat itu bersama suaminya tidak tahu harus memulai usaha dari mana. "Karena itu yang paling mudah, jadi kami enggak berpikir lagi. Modal kecil bisa beli kain putih saja," ujar Sally. Namun bersama suaminya, ia berpikir jualan kain kafan tidak menentu kapan bisa
terjual. 

"Akhirnya kami ikut seminar di Balikpapan tentang marketing, di sana kita belajar tentang ilmu bisnis baru. Ada yang kami tangkap yaitu bagaimana kita bisa menjual produk lebih banyak. Kedua bagaimana caranya agar konsumen kita beli berulang," kata Ibnu. 

img_title Makna 8 Motif Batik Nusantara, Dianggap Senjata Hingga Simbol Cinta dalam Pernikahan

Pasangan Ibnu Riyanto dan Sally Giovani

Akhirnya, pasangan inipun mulai banting stir kendati masih di kain tapi dengan strategi yang berbeda. "Kami tidak boleh menyerah. Setelah melihat ada peluang di sekitar kita, saat itu masih numpang di rumah mertua (orangtua Ibnu Riyanto). Ternyata di daerah Trusmi banyak perajin batik, dan saya baru tahu bahan untuk batik adalah kain mori,"
ujar Sally. 

Kemudian keduanya pun mulai beralih berjualan kain sebagai bahan untuk batik. Dari sanalah Sally dan Ibnu belajar kepada perajin batik. "Kami jadi paham belajar bisa dengan siapa saja dan di mana saja, kami juga dapat ilmu tentang batik CIrebon, bagaimana proses batik tulis, batik cap dan motif batik Cirebon," kata Sally sambil tersenyum. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut