Awalnya Kain Kafan, Sally dan Ibnu Kenalkan Batik Trusmi
- VoxPop.co.id/Purna Karyanto
Setelah semakin ramai, dan pada 2008 saat batik ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO, dan masyarakat mulai mengenakan batik, batik Trusmi makin dikenal. "Kami memanfaatkan momentum dan peluang itu, apalagi saat itu mulai ramai penjualan online," ujarnya.
Dirasa mulai berkembang, Sally dan Ibnu kemudian berencana memiliki show room yang besar. Akhirnya saat itu ada pabrik rotan yang sudah lama tidak terpakai kemudian mereka beli. Pabrik dengan luas 1,5 hektare itu pun kemudian disulap menjadi show room hingga saat ini.
Perkenalkan Batik Cirebon
"Saya memang sengaja ingin lebih mengenalkan batik khas Cirebon tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Batik yang sangat khas dan kaya dengan corak. Apalagi ada satu motif yaitu Mega Mendung yang sudah sangat dikenal. Karena itulah saya angkat batik Cirebon ini," kata Sally.
Namun saat ini seiring dengan semakin banyaknya ragam batik, show room Batik Trusmi tidak hanya menyediakan batik khas Cirebon, tapi juga batik daerah lainnya.
"Dari diri sendiri sekarang ini bukan yang yang saya cari atau profit oriented yang kami pikirkan. Tapi bagaimana kita berkarya dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Itulah sebenarnya impian kami berdua, yaitu memiliki satu juta karyawan, saat ini sudah 850 karyawan dengan perajin 450," tutur Ibnu.
Selain memiliki show room di Cirebon, Batik Trusmi juga sudah memiliki cabang di Jakarta, Surabaya, Bandung, Mendan. "Penjualan online menyumbang terbesar dari pendapatan kami tapi antara online dan offline (toko) bersaing secara sehat."
Diakhir perbincangan, Sally memberikan sejumlah tips untuk memulai usaha. Harus berani memulai, lakukan apa yang mau kita lakukan. "Seperti kami tidak memiliki apa-apa, tapi kami semangat dan pantang menyerah dan ingat dua hal yaitu: tanpa tapi dan tanpa nanti. Terlalu banyak alasan malah tidak akan menghasilkan karya," katanya.
