Bappenas Mulai Antisipasi Dampak E-Commerce ke Pengangguran

Ilustrasi transaksi e-commerce.
Sumber :
  • www.pixabay.com/StockSnap

VoxPop – Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pihaknya tengah mengkaji dampak dari digitalisasi perekonomian terhadap penciptaan pengangguran dan kesempatan kerja.

img_title Dongkrak Serapan Tenaga Kerja Para Alumni, Universitas Binawan Gadang Kurikulum Berbasis Industri

Maklum saja, tumbuhnya digitalisasi ekonomi di Indonesia tidak diimbangi dengan serapan lapangan kerja. Bahkan, angka pengangguran terbuka Indonesia masih sebesar 5,5 persen dan diharapkan tidak semakin bertambah.

"Jangan sampai, nanti era e-commerce yang masif di mana tidak hanya ritel, tapi juga sektor perbankan dan jasa lain mulai kurangin orang, maka akan terjadi masalah pengangguran yang berat," kata Bambang di kantornya, Senin 13 November 2017.

img_title Membangun Masa Depan Inklusif melalui Akses Pembelajaran yang Setara

Apalagi, sambung dia, pada saat yang bersamaan, Indonesia terus mendapatkan bonus demografi, di mana penduduk Indonesia usia muda atau usia produktif masih membutuhkan lapangan kerja.

"Jadi di sini tantangan kita lumayan berat, karena kita berhadapan dengan bonus demografi dan populasi. Di sisi lain masuk lah era digitalisasi ini," ujar dia.

img_title Dulu Terkenal Bergaji Tinggi, Kini 6 Profesi Ini Justru Banyak Korban PHK dan Pengangguran

Untuk itu, Bambang mengatakan pihaknya tengah melakukan kajian bagaimana dampak dan cara mengantisipasinya. Mulai dari pengkajian peningkatan kemampuan atau skill yang ada dengan kebutuhan angkatan kerja pada saat ini.

"Ada miss match terutama di sektor jasa yang terkait dengan pendidikan vokasi. Tapi sebenarnya kalau dilihat tadi kan porsi terbesar tenaga kerja itu di sektor jasa. Dan di sektor jasa yang butuhnya banyak selain tingkat umum adalah vokasi," katanya.

Ke depan, diakui pendidikan vokasi akan menjadi prioritas pemerintah untuk menghadapi digitalisasi ekonomi.

"Saat ini kenapa vokasi jadi prioritas?Karena itu cara kita antisipasi datangnya era digitalisasi karena ada jenis kerjaan yang tampaknya tidak akan mudah dihadapi gitu aja oleh digital ekonomi," ujar dia.

Ilustrasi pelamar kerja

Jumlah Pekerja Naik 522 Ribu Orang, BPS: Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta Orang Per Mei 2026

BPS mencatat, jumlah angkatan kerja tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran sebanyak 7,22 juta orang, atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut