Analis: Resesi Seolah di Depan Mata, Rupiah Berpotensi Makin Melemah

Nilai Tukar Rupiah Dollar
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cukup menguat pada perdagangan hari ini, Selasa 21 Juli 2020. Meski demikian, rupiah masih bergerak di kisaran atas Rp14.750-14.800.

img_title Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Perdagangan di pasar spot, seperti dilihat pada pukul 10.00 WIB, rupiah masih ditransaksikan di level Rp14.750 per dolar AS. Menguat 0,24 persen dari level penutupan perdagangan kemarin Rp14.785.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok nilai tengah rupiah di level Rp14.813. Menguat tipis dari level kemarin Rp14.832.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, masih bertenggernya rupiah di level itu tidak terlepas dari semakin suramnya data perkembangan COVID-19 yang diiringi tertekannya kembali ekonomi.

"Ini menambah kekhawatiran tersendiri bagi pasar sehingga ketakutan Indonesia akan terkena resesi seolah-olah di depan mata walaupun ini baru sebatas wacana," katanya dikutip dari analisisnya hari ini.

img_title Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Ditopang Sektor Pertanian, IHSG Diprediksi Kembali ke Zona Hijau

Bagi Indonesia, dia melanjutkan, beban ekonomi bertambah buruk setelah Singapura mengalami resesi setelah dua kuartal berturut-turut ekonominya negatif. Padahal, Singapura merupakan negara investor terbesar ke RI.

"Bahkan menteri keuangan sangat khawatir akan berimbas ke perekonomian Indonesia karena Singapura salah satu pemasok dana atau investor terbesar menurut data dari BKPM," ujar Ibrahim.

Di samping itu, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan masa transisi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), setelah memburuknya data-data penyebaran COVID-19 di Ibu Kota.

"Ini akan menambah suramnya perekonomian dalam negeri, jadi sangat wajar kalau mata uang garuda melemah dalam bulan ini ke level Rp15.000 bahkan di bulan Agustus akan menuju jalan terjal yaitu Rp16.000," ujarnya.

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Hingga pukul 09.09 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.960 per dolar AS. Posisi itu menguat 67 poin atau 0,37 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.027 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut