Australia Batasi Ekspor Sapi, Kemendag Lirik India dan Brasil

Lapak pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, kosong.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/ Willibrodus.

VoxPop – Kementerian Perdagangan menyatakan, mahalnya harga daging saat ini disebabkan kebijakan pembatasan ekspor sapi bakalan yang dilakukan Australia. Oleh sebab itu, mereka menyatakan akan mencari sumber impor daging sapi baru.

img_title Ekspor Juni 2026 Capai US$25,46 Miliar, BPS Ungkap Komoditas Pendorongnya

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Didi Sumedi mengatakan, terdapat sejumlah opsi negara yang bisa ekspor daging ke Indonesia, di antaranya Brasil dan India, termasuk daging kerbau. Sementara itu, sapi hidup bisa impor dari Meksiko.

"Tentu kami tidak tinggal diam, kami coba sumber lain. Ini banyak, bisa dari India, Brasil dan bahkan sapinya sendiri bisa dari Meksiko," kata Didi di Bekasi, dikutip Jumat, 22 Januari 2021.

img_title Impor RI Meroket 34,27 Persen hingga US$25,9 Miliar di Juni 2026, Ini Biang Keroknya

Didi memastikan segera menjajaki impor dari negara-negara tersebut dalam waktu dekat. Hal itu juga diupayakan supaya pada saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha tidak terjadi lagi lonjakan daging yang signifikan di Indonesia.

"Kita ajak kerja sama dengan seluruh pihak, dari penyedia daging beku dan beberapa importir sapi bakalan. Mereka komit untuk tetap bisa pasok daging segar," ucapnya.

img_title Lindungi Industri Dalam Negeri, Pemerintah Diminta Wajibkan Importir Garam Serap Produksi Lokal

Baca juga: Pesaing Blak-blakan soal Rencana 'Pernikahan' Gojek dan Tokopedia 

Impor itu, ditegaskannya bukan karena langkanya sapi maupun kerbau di Indonesia. Namun, lebih disebabkan karena adanya masa potong daging, sehingga para peternak di Indonesia harus terlebih dahulu melakukan pembesaran yang sesuai masa potong.

"Ada masih sapi potong baik dalam dan eks impor masih ada, cukup, bukan hilang, tapi mereka ada masa potongnya, mereka melakukan pembesaran saat ini," tegas Didi.

Khusus untuk daging impor Australia, dijelaskannya naik harga karena adanya upaya negara tersebut untuk menjalankan program regenerasi populasi sapi. Oleh sebab itu, Australia beberapa bulan ke belakang melakukan pembatasan ekspor, termasuk ke Indonesia.

"Repopulasi, jadi mereka regenerasi populasi sapi, sehingga mereka agak sedikit menahan penjualan ekspor jadi memang ada kenaikan harga," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, sebagian pedagang daging sapi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara memilih pulang ke kampung halamannya. Mereka mudik tak berjualan sebagai bentuk aksi mogok berjualan daging. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut