Heboh Penarikan Fisik Sertifikat Tanah, Sofyan Djalil: Salah Paham

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil.
Sumber :
  • Repro video.

VoxPop – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil meluruskan isu yang berkembang di masyarakat terkait sertifikat elektronik (Sertifikat-el). Kebijakan tersebut jadi kontroversi karena disebut akan menarik fisik sertifikat tanah yang saat ini dimiliki masyarakat.

img_title Menteri Nusron Beberkan Laut Indonesia Banyak yang Dikavling Tanpa Prosedur Sah, Terbanyak di Batam

Sofyan pun menegaskan, hal itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, ada tahapan-tahapan yang ditentukan dalam aturan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik yang mulai berlaku pada 2021. Sertifikat tanah berbentuk fisik masih berlaku.

"Hari-hari ini banyak sekali salah paham, kekeliruan, tidak benar! BPN tidak akan menarik Sertifikat (fisik)," tegas Sofyan dalam webinar, Kamis 4 Februari 2021.

img_title Sabu 7 Kg Disembunyikan di Dalam Tanah dan Kebun Sawit, Polisi Kejar Pemasok

Baca juga: Menkeu Sri Bersurat ke Menkes Budi, Bakal Potong Insentif Nakes 50%

Sofyan menegaskan, BPN sedang melakukan sosialisasi aturan tersebut. Baru kemudian nanti transformasi sertifikat elektronik dijalankan secara bertahap.

img_title Cara Kemenhut Sejahterakan Masyarakat Tanpa Mengorbankan Hutan

"Semua sertifikat lama tetap berlaku. Sampai kemudian, kita transform ke dalam bentuk elektronik," tegasnya.

Seperti diketahui, saat ini terdapat lebih dari 70 juta bidang tanah yang terdaftar dan memiliki sertifikat secara fisik. Karena itu transformasi dari fisik ke elektronik untuk sertifikat lama tidak bisa dilakukan dengan cepat.

"Itu perlu waktu," tutupnya.

Sebelumnya ditegaskan pula, aturan ini dikeluarkan bertujuan menciptakan efisiensi pendaftaran tanah, kepastian hukum dan perlindungan hukum. Kemudian, mengurangi jumlah sengketa, konflik dan perkara pengadilan mengenai pertanahan.

Sertifikat elektronik pun digadang-gadang dapat menaikkan nilai peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) di Indonesia.
 

Menteri ATR/BPN sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nusron Wahid (kanan) dan Mensesneg Prasetyo Hadi (kiri)

Menteri Nusron Umumkan Balik Nama Surat Tanah Cuma 10 Hari Mulai Tanggal Segini

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menargetkan untuk dapat mempercepat pelayanan pertanahan kepada masyarakat.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut