Putra Mahkota Saudi di AS Janji Moderatkan Negaranya

Pangeran Mohammad bin Salman saat tiba di London
Sumber :
  • REUTERS/Yui Mok/Pool

VoxPop – Arab Saudi telah melakukan beberapa kemajuan dengan menghapus konten buku pelajaran yang mempromosikan kekerasan dan kebencian terhadap minoritas agama.

img_title Sosok Kriangkrai, PRT Sebabkan Sejarah Berdarah Thailand-Arab Saudi

Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman saat melakukan kunjungan pertamanya sebagai pewaris tahta ke Amerika Serikat dan berjanji untuk mempromosikan bentuk Islam yang moderat sebagai bagian rencana memodernisasi Kerajaan Saudi yang sangat konservatif selama ini.

Menteri Pendidikan Saudi, pekan lalu juga mengatakan negaranya akan membenahi kurikulum pendidikannya untuk menghapus jejak pengaruh Ikhwanul Muslimin dan memecat siapa pun yang bekerja di sektor itu maupun bersimpati dengan kelompok terlarang.

img_title Arab Saudi-Thailand Berselisih 30 Tahun karena PRT Pangeran

Dilansir dari Reuters, Senin 26 Maret 2018, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Komisi AS tentang Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) dilakukan perbandingan 12 buku pelajaran agama tahun ajaran 2017-2018 dengan versi 2012-2014.

Dari perbandingan tersebut ditemukan bahwa buku-buku pelajaran ada yang memiliki konten yang mendorong intoleransi. Oleh karena itu bagian yang dianggap tak moderat akan dihapus dari buku-buku sebelumnya.

img_title Arab Saudi-Thailand Pulihkan Diplomatik Setelah 30 Tahun Tak Akur

Contoh konten yang tidak toleran tersebut, termasuk ayat-ayat yang memuji jihad atau perang suci sebagai cara perang melawan non-Muslim, menyuruh menghukum orang yang murtad dan orang yang mengejek Nabi Muhammad, meremehkan non-Muslim dan memperingatkan umat Islam untuk tidak bergaul dengan bukan
Muslim.

Temuan USCIRF itu sama dengan laporan yang dikeluarkan oleh Human Rights Watch untuk tahun ajaran 2016-2017, yang menemukan bahwa kurikulum di Saudi mempromosikan intoleransi. (asp)

Selama ini perempuan Saudi hanya bekerja di bidang yang terbatas seperti guru dan tenaga kesehatan karena ketatnya pemisahan jender. (Reuters: Hamad I Mohammed)

Lowongan Masinis Perempuan di Saudi Dibanjiri 28 Ribu Pelamar

Sebuah lowongan kerja sebagai masinis perempuan di Arab Saudi dibanjiri oleh 28 ribu pelamar, padahal hanya 30 posisi yang tersedia. Antusiasme perempuan bekerja.

img_title
VoxPop.co.id
17 Februari 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut