Wamenlu RI: Israel Terang-terangan Tolak Resolusi DK PBB

Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir di Sidang Dewan Keamanan PBB
Sumber :
  • tvone

VoxPop – Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir mengecam kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Israel kepada rakyat Palestina dalam beberapa bulan terakhir. Aksi tersebut menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran hukum Israel kepada rakyat Palestina.

img_title Ratusan Pelajar Ikut Simulasi Sidang PBB, Bahas Penanganan Cyberbullying Hingga Isu Kesehatan

Hal itu disampaikan Wamenlu RI AM Fachir dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Palestina, di Markas Besar PBB, New York, Selasa, 26 Maret 2019.

Fachir menyesalkan Israel yang sama sekali tidak menerapkan Resolusi DK PBB 2334 (2016), menanggapi briefing oleh Special Coordinator PBB untuk perdamaian Timur Tengah, Nicolay Mladenov. Tindakan Israel merupakan penolakan terang-terangan terhadap Resolusi DK PBB.

img_title Melania Trump Bahas Anak dalam Konflik di Sidang PBB, Tuai Kecaman Iran

Dalam laporan tertulisnya terkait implementasi Resolusi 2334, Nicolay Mladenov, yang mewakili Sekjen PBB, menyampaikan berbagai perkembangan negatif terjadi di wilayah pendudukan Palestina.

Diawali penutupan misi pengawas asing pada akhir Februari, pemotongan penerimaan pajak milik Palestina sebesar US$139 juta, penutupan pintu gerbang Masjid Al-Aqsa, perluasan pendudukan, pengusiran warga Palestina dari rumahnya, hingga kekerasan dan teror oleh pendatang (settlers) yang didukung oleh petugas keamanan Israel.

img_title Mencetak Pemimpin Masa Depan Lewat Kegiatan Simulasi Sidang PBB

Menurut Fachir, berbagai hal yang dilakukan pemerintah Israel menunjukkan kecenderungan pengambilalihan wilayah Palestina atau yang disebut dengan aneksasi. "Hal ini membuat solusi dua negara yang selama ini diperjuangkan dan disepakati oleh dunia internasional, termasuk Palestina dan Israel sendiri, menjadi semakin jauh dari kenyataan," tegasnya.

Mantan Dubes RI untuk Mesir itu juga menggarisbawahi tentang kondisi ekonomi dan kemanusiaan rakyat Palestina yang harus jadi prioritas, di samping berbagai upaya politik lainnya.

Menurutnya, kemiskinan dan pengangguran merupakan salah satu sumber konflik. Pada Februari lalu, Indonesia meningkatkan bantuan sejumlah US$ 1 juta kepada Badan PBB untuk Pengungsi Paletina (UNRWA) dan bantuan proyek desalinasi di Gaza.

Dataran Tinggi Golan

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menlu RI juga menegaskan posisi Indonesia yang mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Suriah.

"Indonesia menolak keras adanya pengakuan AS bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan bagian dari Israel. Tindakan ini tidak bisa diterima dengan standar apapun, khususnya Resolusi DK PBB," tegas Fachir. Ia menjelaskan, bahwa pengakuan AS ini akan mengganggu upaya-upaya penciptaan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut