Disuruh Tobat oleh FPI, Begini Jawaban Menohok Dubes Agus Maftuh

Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.
Sumber :
  • Darmawan/MCH2019

VoxPop – Front Pembela Islam meminta pemerintah memecat Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. FPI menilai Agus membiarkan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, dicekal oleh pemerintah Saudi.

img_title FPI Sampaikan Amanat Habib Rizieq ke Prabowo soal Wafatnya Ali Khamenei

"Membiarkan warga negara Indonesia dicekal, merampas hak asasi manusia warga negara Indonesia, dan dia (dubes) tidak disukai oleh pegawai KBRI maupun KJRI," ujar Ketua DPP Front Pembela Islam, Slamet Ma'arif, kepada VoxPop.

FPI bahkan meminta Dubes Agus untuk bertobat kepada Allah SWT karena mempersulit keturunan Rasulullah SAW pulang ke Indonesia.

img_title Habib Rizieq Bekukan Kepengurusan TPUA, Apa Alasannya?

"Khusus buat Pak Dubes, kami hanya mengingatkan, hai kalian yang selalu mempersulit dzurriyat Rasulullah, bertobatlah. Jangan sampai amal buruk kalian itu menjadikan kalian menyesal di yaumil akhir," katanya.

Pernyataan tersebut ditanggapi Duta Besar Agus Maftuh Abegebriel. Dubes Agus mengungkapkan ini bukan kali pertamanya dan sudah beberapa kali dia mendapat tuntutan pemecatan dari pihak-pihak tersebut.

Dia menjelaskan pada 22 November 2019 lalu di depan kantor Kementerian Luar Negeri, FPI mengadakan demonstrasi, salah satunya menuntut pemecatan dirinya bahkan hingga ancaman pembunuhan. Rencana pembunuhan itu ditulis besar dalam sebuah poster.

img_title Habib Rizieq Sentil Materi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono soal Salat: Anda Itu Pelawak, Bukan Ulama

Baca juga: Jenderal Gatot Nurmatyo Unggah Cerita Menyentuh Nurani Soal Keadilan

Sepekan berikutnya yakni 29 November 2019, demonstrasi kembali digelar di depan kantor Kemenkopolhukam dengan tuntutan pemecatan Dubes Agus, serta tuntutan menyeret Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri, kepala BIN hingga Kapolri ke Mahkamah Internasional.

"Saya itu sudah bertugas sebagai pelayan WNI di Arab Saudi selama 5 tahun, mungkin dubes terlama di Arab Saudi. Tanpa dipecat saya sebentar lagi juga akan pulang. Soal rencana pembunuhan diri saya, semua saya pasrahkan semua kepada Allah sebagai pemilik nyawa saya," kata Dubes Agus kepada VoxPop, Jumat, 16 Oktober 2020.

"Terkait nasihat agar bertaubat saya ucapkan terima kasih. Tanpa disuruh pun tradisi santri yang ada pada diri saya sudah otomatis tiap hari lakukan tobat," imbuhnya.

Sementara terkait masalah status kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi, Agus menjelaskan Kedutaan Besar RI di Arab Saudi tidak pernah menghalang-halangi. "Kami hanya berpesan: ikuti aturan Saudi, jangan buat aturan sendiri," ujarnya.

KBRI Riyadh juga menyayangkan dokumen berbahasa Arab yang dibacakan dalam demonstrasi oleh FPI beberapa hari lalu, terutama penggunaan diksi 'tsaurah' yang merupakan terjemahan dari 'revolusi', yang sangat tabu di Arab Saudi.

"Saudi. tsaurah bisa bermakna inqilab (kudeta), faudha (Chaos, kekacauan), intifadhah (pemberontakan), taqatul (peperangan, saling bunuh), idhtirab (gangguan keamanan) dan tamarrud (pemberontakan). Sangat sensitif jika dibaca oleh publik Arab Saudi. Dan saya yakin Saudi dan umat Islam tidak akan rela kota suci Mekkah dipakai untuk meneriakkan “tsaurah” terhadap negara yang syar’iyyah (konstitusional) Republik Indonesia," tegasnya. (ase)

Peti Jenazah Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah  Ali Khamenei

Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Dubes RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, mewakili Pemerintah Indonesia hadir ke prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Syahid Ali Khamenei.

img_title
VoxPop.co.id
5 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut