Iran Lanjutkan Program Pengayaan Uranium Hingga 20 Persen

VoxPop Militer: Bendera Republik Islam Iran
Sumber :
  • Edarabia

VoxPop – Pemerintah Iran kembali membuat geger, setelah memutuskan untuk kembali memperkaya 20 persen uranium di fasilitas nuklir bawah tanah Fordow.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

"Beberapa jam yang lalu, proses injeksi gas dimulai dan produk UF6 pertama yang diperkaya uranium akan tercapai dalam beberapa jam lagi," kata juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, diberitakan Al Jazeera.

Iran telah memberikan laporan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), bahwa mereka akan segera memperkaya uranium hingga 20 persen. Namun angka ini masih jauh di bawah 90 persen, yang dianggap sebagai tingkat senjata.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Baca juga: Negara Mana yang Proporsional Pemberian Vaksin ke Warganya Tinggi?

Iran sebelumnya telah berkomitmen, untuk membatasi pengayaan uranium hanya sampai 3,67 persen, sebagai bagian dari kesepakatan nuklir. Iran juga setuju mengirim sebagian besar uranium yang diperkaya ke luar negeri, dan tidak mengizinkan pengayaan di Fordow.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Namun tepat satu tahun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu dan menjatuhkan sanksi keras atas Iran, negara itu meninggalkan komitmen tersebut.

Mereka mengatakan bahwa langkah-langkahnya sepenuhnya dan cepat dapat diubah, segera setelah AS dan Eropa kembali ke komitmen mereka sendiri berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2015 itu.

Ilustrasi minyak mentah.

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Harga minyak turun lebih dari 5 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut