Sentimen Anti-Semit Meningkat di Inggris

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada Rabu bahwa pemerintah akan mendukung komunitas Yahudi Inggris dengan cara apa pun setelah lonjakan insiden anti-Semit, termasuk serangan terhadap seorang rabi, menyusul bentrokan di Gaza.

img_title Massive Attack Ungkap Kronologi Usai Ditahan di Singapura karena Kibarkan Bendera Palestina Saat Konser

Community Security Trust (CST), yang memberikan masukan pada sekitar 280.000 orang Yahudi Inggris tentang masalah keamanan, mengatakan telah mencatat 106 insiden anti Semit sejak 8 Mei dibandingkan dengan 19 insiden dalam 11 hari sebelumnya, atau peningkatan lima kali lipat.

"Saya berbagi kengerian dengan terjadinya insiden anti-Semit dan pemerintah telah menyampaikan pesan itu dengan tegas dan jelas kepada mereka yang bertanggung jawab untuk menegakkan hukum melawan kejahatan rasial," kata Johnson, menanggapi pertanyaan di parlemen dari Keir Starmer, pemimpin oposisi Partai Buruh.

img_title Band Inggris Ini Dicekal Masuk Lagi ke Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina

"Sebagai sebuah negara dan sebagai masyarakat. kami menyerukan hal ini di setiap tahap. Kami tidak akan membiarkannya mengakar, kami tidak akan membiarkannya tumbuh dan membusuk," tutur Johnson, menegaskan.

Dalam satu insiden, sebuah video yang diunggah di media sosial pada Minggu (16/5) menunjukkan konvoi mobil yang membawa bendera Palestina mengemudi melalui komunitas Yahudi di London utara dan menyiarkan pesan anti-Semit dari megafon.

img_title Spanyol, Inggris hingga Prancis Terancam Absen di Piala Dunia 2030, UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA jika FFE Disetujui

Detektif telah menangkap empat pria karena dicurigai melakukan pelanggaran ketertiban umum rasial dan mereka kemudian dibebaskan dengan jaminan polisi, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Serangan, ancaman

Polisi juga telah menangkap dua pria karena melakukan penyerangan terhadap seorang rabi di Chigwell, sebelah utara London. Dia membutuhkan perawatan rumah sakit untuk gegar otak setelah menerima sejumlah pukulan di kepala.

CST mengatakan telah terjadi beberapa insiden dimana individu yang meneriakkan "Bebaskan Palestina" pada orang-orang Yahudi secara acak, grafiti di sebelah sinagoga dan surel pelecehan kepada para pemimpin komunitas Yahudi.

Dalam kasus lain, seorang pria menghentikan anak sekolah Yahudi di London dan mengancam akan memukul mereka jika mereka tidak mengatakan bahwa mereka mendukung Palestina.

"Tingkat kemarahan dan kebencian yang diarahkan pada Israel selalu meluas menjadi anti-Semitisme pada saat-saat seperti ini, tetapi orang-orang yang menyulut kemarahan ini, secara daring dan di jalanan, tidak pernah bertanggung jawab atas konsekuensi khusus ini," kata CST.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut