Krisis Ukraina Memanas, 5 Hal Ini Bikin Vladimir Putin Marah Besar
- Washington Times
VoxPop – Secara gamblang, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negaranya telah dicoba ditarik ke dalam perang di Ukraina oleh Amerika Serikat (AS). Ketegangan antara Rusia dan Ukraina terus terjadi dan meningkat ditambah lagi intervensi yang juga dilakukan oleh AS dalam ketegangan tersebut.
Hal tersebut dinilai oleh Putin bahwa AS justru menginginkan pembenaran agar sanksi yang lebih berat dapat dijatuhkan kepada Rusia dengan adanya konfrontasi dari negara yang dipimpin oleh Presiden Joe Biden itu.
Berikut ini hal-hal yang diinginkan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam ketegangan yang terjadi dengan Ukraina, mengutip dari Viva.
Tidak ingin AS memanfaatkan situasi
Seperti yang diketahui bahwa Presiden Rusia Vladimir V. Putin sempat mendeklarasikan bahwa secara sengaja AS menyeret Rusia ke dalam perang di Ukraina dan mencoba memanfaatkan keadaan yang dimana dapat merugikan Rusia dengan sanksi lebih berat yang akan dijatuhkan. Selama ketegangan berlangsung AS dianggap terus memanas-manasi suasana.
Selain itu, Putin juga menyampaikan apa peran AS sebenarnya dalam krisis Ukraina yang sedang terjadi. Ia mengatakan bahwa AS mengabaikan kekhawatiran Rusia jika Ukraina bergabung dalam pakta pertahanan NATO.
“Tampaknya bagi saya bahwa Amerika Serikat tidak begitu peduli tentang keamanan Ukraina. Tapi yang sebenarnya tujuannya adalah menahan perkembangan Rusia. Amerika menggunakan Ukraina untuk mencapai tujuan ini," kata Vladimir Putin.
Mengharapkan diplomasi terus berlanjut
Pada sebulan belakangan diketahui Vladimir V. Putin memang enggan memberikan tanggapannya. Namun baru-baru ini ternyata diplomasi diharapkan akan terus berlanjut oleh Putin. Tak hanya membahas mengenai diplomasi, Putin juga mengatakan bahwa Rusia saat ini menjadi korban ekspansionisme NATO dan bukan agresor atau negara penyerang.
Tidak menginginkan Ukraina tergabung dengan NATO
Diketahui Rusia memang sudah sejak lama merasa keberatan dengan Ukraina karena dirasa terus-terusan melakukan pendekatan kepada institusi-institusi Eropa, terutama NATO. Maka dari itu, Rusia menginginkan Barat untuk berjanji bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO sebagai aliansi pertahanan mereka.
“Bayangkan bahwa Ukraina adalah anggota NATO dan operasi militer (untuk merebut kembali Krimea) dimulai. Apakah kami harus bertarung dengan NATO? Pernahkah itu terpikirkan," tegas Putin.
