Putin Tawarkan Tambahan Pasokan Gas ke Eropa, Khawatir Harga Energi yang Tak Stabil

Fasilitas pipa gas Nordstream 1 Laut Baltik di Lubmin, Jerman
Sumber :
  • AP Photo/Markus Schreiber

VoxPop Dunia – Rusia siap mengirimkan volume tambahan gas alam ke Uni Eropa (EU) pada periode musim gugur-musim dingin, seperti diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu 12 Oktober 2022. Salah satu dari dua jalur pipa Nord Stream 2 lolos dari insiden kebocoran baru-baru ini, dan Rusia bersedia mengirimkan gas melalui jalur pipa tersebut ke Eropa, kata Putin dalam sesi pleno forum internasional "Pekan Energi Rusia" di Moskow.

img_title Bentrokan Imigran di Ceuta, Presiden Komisi Eropa: Perangi Migrasi Ilegal, Memerlukan Solidaritas

"Kapasitasnya mencapai 27,5 miliar meter kubik per tahun, atau sekitar 8 persen dari total impor gas Eropa. Rusia siap memulai pengiriman itu. Keputusannya ada di tangan EU," ujar Putin.

Rusia juga dapat mengirimkan volume yang hilang melalui pipa Nord Stream itu ke kawasan Laut Hitam dan membuat rute pasokan utama ke Eropa melalui Turki, "jika, tentu saja, mitra-mitra kami tertarik dengan ini," katanya, menambahkan.

img_title Heboh Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu, Ditjenpas Ungkap Fakta Sebenarnya

VoxPop Militer: Presiden Rusia, Vladimir Putin

Photo :
  • nextgov.com

Di forum tersebut, Putin menyatakan kekhawatiran tentang harga energi yang tidak stabil dan ketidakseimbangan dalam penawaran dan permintaan. Ia juga mengkritik negara-negara tertentu "yang semata-mata disetir oleh ambisi geopolitik mereka sendiri, melakukan diskriminasi secara terang-terangan di pasar."

img_title Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Putin menyebut sabotase pipa gas Nord Stream 1 dan 2 sebagai "aksi terorisme internasional." Presiden Rusia itu mengatakan bahwa mereka yang berada di balik sabotase tersebut berusaha untuk sepenuhnya memutus hubungan antara Rusia dan EU, melemahkan potensi industri Eropa, dan merebut pasar. (Ant/Antara)

Imigran Maroko Tiba di Pesisir Kota Ceuta

Gelombang Migran Ilegal Serbu Ceuta, Menlu Jerman Desak Komisi Eropa Lindungi Perbatasan

Hal itu menyusul masuknya migran ke wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, sebagaimana yang dilaporkan surat kabar Jerman Bild pada Minggu, 2 Agustus 2026.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut