10 Aturan Baru Pangeran MBS Bikin Arab Saudi Lebih Sekuler
- Bandar Aljaloud/Saudi Royal Palace via AP, File
Resor ini akan berlokasi di pulau Sindalah dan merupakan bagian dari megacity Laut Merah Neom, bagian dari upaya Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi ekonomi negara Teluk yang bergantung pada minyak itu.
3. Perempuan Diizinkan untuk Mengemudi
Wanita di Arab Saudi. Image via: The Week UK
- U-Report
Melansir dari Al Jazeera, pada 2018, Arab Saudi mengizinkan perempuan untuk mengemudi, sebuah langkah progresif untuk hak-hak perempuan di kerajaan tersebut.
MBS umumnya dipandang sebagai kekuatan utama di balik keputusan tersebut, tetapi kelompok aktivis hak asasi manusia Saudilah yang pertama kali memperjuangkan hak untuk mengemudi kembali pada tahun 1990-an dan terus mendorong hak tersebut secara terbuka sejak saat itu.
Namun, MBS membantah hal itu dengan mengatakan, "bukan wanita yang meminta hak untuk mengemudi. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan itu.”
4. Perempuan Boleh Hidup Sendiri dan Nonton Bioskop
Arab Saudi akan mengizinkan perempuan untuk hidup sendiri tanpa izin dari wali laki-laki. Aturan ini mengakhiri aturan yang mengundang kecaman dari aktivis hak asasi manusia internasional.
Menurut media Independent, wanita lajang, bercerai atau janda kini dapat hidup mandiri tanpa izin dari wali laki-laki.
5. Perempuan Boleh Ganti Nama Tanpa Izin Wali
Wanita Saudi dapat mengajukan perubahan resmi atas nama mereka tanpa persetujuan wali.
Badan Urusan Sipil Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, mengatakan seorang pria atau wanita Saudi dapat mengubah data mereka termasuk nama keluarga, anak-anak dan status sosial dengan mengunjungi salah satu cabangnya.
"Nama seorang wanita dapat diubah tanpa merujuk pada walinya dengan membuat janji temu melalui situs web resmi dan memeriksa prosedur terkait," kata kementerian itu, dikutip dari Gulf News.
Kementerian Dalam Negeri Saudi baru-baru ini juga menaikkan batas usia untuk mengubah nama depan seseorang dari 15 menjadi 18 tahun.
6. Perempuan Diizinkan Masuk Militer
Melansir dari Middle East Eye, Arab Saudi mengumumkan akan mengizinkan perempuan untuk bekerja di militer. Ini merupakan aturan perdana dalam sejarah negara itu.
Sebuah keputusan yang dikeluarkan kerajaan itu mengatakan bahwa angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, pertahanan rudal, dan korps medis akan membuka perekrutan untuk wanita hingga tingkat bintara.
