Bantah Ada Perang Sipil di Negaranya, Dubes Sudan Ungkap Fakta Penyebab Kekacauan Negaranya

Dubes Sudan Untuk Indonesia
Sumber :
  • VoxPop/ Natania Longdong

VoxPop Dunia – Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali, membantah bahwa perang di Sudan merupakan perang antara warga sipil atau perang saudara. Menurut Yassir, situasi di Sudan merupakan perang antara militer dan pemberontak militer. 

img_title Menlu Buka Alasan Dubes RI Tak Diizinkan Masuk Grand Mosalla Teheran, Indonesia Siapkan Perwakilan ke Pemakaman

"Ini bukan perang sipil. Saya harus menekankan bahwa ini bukan perang sipil di Sudan. Melainkan ini adalah faksi dari kelompok pemberontak militer yang mengambil persenjataan dan mereka ingin menguasai dengan paksa," kata Yassir, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 3 Mei 2023. 

Dia juga menambahkan bahwa militer nasional harus berperang untuk melindungi negara, dan kelompok pemberontak hanya memiliki dua pilihan. 

img_title Serangan Drone di Masjid Sudan, 70 Orang Tewas

Ilustrasi Tentara dari Pasukan Pertahanan Rakyat Sudan Selatan (SSPDF)

Photo :
  • AP Photo/Samir Bol

"Mereka memiliki dua pilihan, apakah mereka menyerah atau mereka mengambil konsekuensi. Jadi, tidak ada perang sipil," tambahnya. 

img_title Diplomat RI di Peru Tewas Ditembak OTK, Menlu Sugiono Sampaikan Duka Mendalam

Dia juga mengungkapkan bahwa sangat disayangkan bagi para pemberontak untuk mengacaukan negara, terlebih, hal itu sangat tidak didukung oleh warga sipil. 

"Apa yang terjadi adalah sesuatu yang disayangkan dan ini sangat tidak dapat diterima oleh banyak warga Sudan." 

Dalam kesempatan yang sama, Yassir membeberkan bahwa dirinya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dan melaporkan kondisi terkini di negaranya. 

"Mengenai konflik, kita akan bertemu Menteri Luar Negeri RI (Retno Marsudi) dan melaporkan perkembangan terakhir," kata Dubes Yassir. 

"Saya juga akan meminta bantuan dari perbatasan dan forum internasional terkait situasi di Sudan." 

Dubes Yassir juga berharap ada bantuan kemanusiaan lain, mengingat rumah sakit di Khartoum banyak yang hancur. Diketahui, sekitar 40 persen rumah sakit di Sudan terdampak akibat perang militan yang sedang berlangsung. 

"Kami berharap dapat segera bertemu dengan Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) dan berusaha mencari dukungan dari saudara-saudara kami," pungkasnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Menlu Sugiono dan Ketua MPR Dijadwalkan Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei

Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani direncanakan akan menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah masih menunggu konfirmasi dari Iran.

img_title
VoxPop.co.id
7 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut