Wah Ternyata Ramai Warga Palestina Jadi Tentara Israel, Ini Alasannya

Ilustrasi Tentara Israel
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Xinhua-Mamoun Wazwaz/hp

Yerusalem – Konflik yang mengakar antara Palestina dan Israel seakan tidak ada habisnya. Hal itu ada kaitannya pula dengan dominasi Yahudi di Israel dan Muslim di Palestina. Namun apa jadinya bila warga Muslim justru menjadi tentara Israel untuk memerangi Palestina?

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Bagaikan memerangi saudara sendiri, ternyata ada ribuan Muslim yang bergabung menjadi tentara Israel untuk memerangi Palestina.

VoxPop Militer: Bendera Israel

Photo :
  • Moderate Rebels
img_title Kisah Perjalanan Spiritual Robert Bauer: Eks Timnas Jerman yang Putuskan Mualaf Usai Bertemu Sang Istri

Sekitar dua sampai tiga dekade lalu hampir tidak mungkin bagi orang Arab-Israel memilih militer sebagai jalan berkarier. Namun sekarang inilah fakta yang mungkin membuat orang terkejut dan tidak bisa diterima setiap orang: mereka yang mayoritas Muslim justru berbondong-bondong mendaftar tentara Israel.

Sebagaimana dipaparkan The Jerussalem Post, data resmi pada 2020 yang dihimpun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mencatat bahwa ada 606 orang dari Arab-Muslim yang bergabung IDF. Angka ini mengalami kenaikan dari tahun 2019 sebesar 489 orang dan tahun 2018 sejumlah 436 orang.

img_title Massive Attack Ungkap Kronologi Usai Ditahan di Singapura karena Kibarkan Bendera Palestina Saat Konser

Dalam laporan khusus Al Majalla berjudul "Exclusive: IDF - 'Our Mission is to Enlist as Many Israeli Arabs as we can'" (2022), diketahui IDF berhasil merekrut 130-350 suku Badui yang mayoritas Muslim dan 40-100 tentara dari berbagai desa dan kota berpenduduk mayoritas Muslim, untuk menjadi tentara. Di sektor kepolisian juga tercatat hal sama, yakni 20% dari pendaftar pada tahun 2021 adalah orang Muslim.

Bahkan, BBC pada 2016 pernah menuliskan peningkatan jumlah tentara dari komunitas Arab-Israel membuat IDF membentuk tim bernama Gadsar.

Gadsar beranggotakan sekitar 500 prajurit keturunan Arab, baik beragama Islam atau Kristen. Mereka bertugas di kawasan Tepi Barat, salah satu titik panas konflik Israel-Palestina.

Pemerintah Israel sebetulnya tidak mewajibkan komunitas Arab-Israel dan Badui ikut wajib militer. Namun, pemerintah juga tidak menutup pintu bagi mereka apabila ingin bergabung angkat senjata. Karena inilah mereka bisa dikatakan secara sukarela dan tanpa paksaan bergabung menjadi anggota IDF.

Kenyataan ini memang kontradiktif dengan garis perjuangan yang dilakukan mayoritas Muslim dan negara Arab untuk mendukung kedaulatan Palestina. Artinya, dengan bergabung menjadi tentara Israel secara tidak langsung mereka juga mematahkan perjuangan Palestina. Atau mereka juga

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut