Meninggalnya Mantan PM China Li Keqiang Dinilai Janggal

Perdana Menteri China Li Keqiang.
Sumber :
  • ANTARA/M. Irfan Ilmie

Jakarta – Negeri Tirai Bambu saat ini masih dalam suasana berduka setelah Mantan Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang, meninggal dunia, di Shanghai, pada Jumat lalu, 27 Oktober 2023.

img_title Gedung di PIK 2 Kebakaran, Damkar Evakuasi 3 WNA China

Media pemerintah CCTV melaporkan Li Keqiang meninggal setelah mengalami serangan jantung pada Kamis, 26 Oktober, tepatnya pada tengah malam.

Beberapa pengamat mengatakan kematian tak terduga mantan perdana menteri Tiongkok itu telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gejolak di kalangan petinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT).

img_title Pertumbuhan Partai Komunis Tiongkok Melambat Sejak 5 Tahun Terakhir, Anggotanya Semakin Menua

Kematian mendadak Li Keqiang terjadi setelah beberapa kali penghilangan misterius dan pergantian pejabat senior rezim.

Wakil PM RRC Li keqiang

Photo :
  • Antara/ Saptono
img_title 3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

Kematian mantan PM China itu juga meningkatkan spekulasi mengenai pertikaian politik di kalangan elit penguasa Partai Komunis Tiongkok.

Seorang pakar sejarah Tiongkok dan komentator politik, Wu Zuolai menyebut kematian Li Keqian tidak normal, dan menekankan bahwa banyak orang cenderung mengaitkannya dengan pertikaian politik di dalam kepemimpinan puncak PKT. 

Di usia 68 tahun, Li Keqian tentunya relatif muda dibandingkan dengan tokoh berpengaruh lainnya di PKT, sehingga semakin memicu spekulasi baik di dalam maupun luar negeri China.

Menanggapi hal ini, Aliansi Mahasiswa Islam (AMI) menilai sangat wajar jika kematian Li Keqian menjadi sorotan dunia, termasuk dari kalangan mahasiswa.

Peneliti sekaligus koordinator AMI, Andi Setya Negara mengatakan, pemikiran Li Keqian yang sangat reformis yang bertentangan dengan kebijakan Presiden Xi Jinping bisa saja menjadi pemicu banyak pihak yang mengkait-kaitkan kematiannya. 

“Semasa hidupnya, Li Keqian yang memiliki pemikiran reformis, pernah dipandang sebagai salah satu pesaing kuat calon pemimpin utama Partai Komunis Xi Jinping,” kata Andi Setya Negara, pada Kamis, 2 November 2023.

Selama ini, lanjut Andi, Li Keqian juga dipandang sebagai pendukung ekonomi pasar yang lebih liberal di China, tapi harus tunduk pada preferensi Xi untuk lebih banyak mengontrol negara. Pengaruhnya terhadap kebijakan ekonomi dan keuangan juga telah berkurang, karena upaya Xi untuk mengkonsolidasikan kendali Partai atas negara tersebut. 

Meninggalnya Li Keqian yang terkesan mendadak juga bertepatan dengan krisis ekonomi Tiongkok, dengan sektor real estat di ambang kehancuran dan pengangguran kaum muda mencapai rekor tertinggi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut