Meninggalnya Mantan PM China Li Keqiang Dinilai Janggal
- ANTARA/M. Irfan Ilmie
Kematian pejabat senior Partai lainnya dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan gejolak politik yang sedang berlangsung di dalam tubuh PKT.
“Dari laporan sejumlah media massa, dalam beberapa tahun terakhir, Li Keqian selalu dibayangi oleh seorang ekonom dan juga anggota politbiro PKT bernama Liu He, yang menjadi loyalis Xi Jinping,” ujar Andi.
VoxPop Militer: Presiden China, Xi Jinping
- japantimes.co.jp
Para analis berpendapat bahwa ketidaksepakatan Li Keqian dengan Xi Jinping, khususnya mengenai peningkatan kendali Partai di semua aspek kehidupan dan tindakan keras peraturan terhadap sektor swasta sejak 2021, dapat menjadi ancaman terhadap kekuasaan Xi Jinping.
Li Keqian sendiri diketahui mendukung liberalisasi pasar dan menganjurkan kebijakan reformasi, yang sebelumnya diperkenalkan oleh Deng Xiaoping pada 1979.
“Kematian Li mengingatkan kita pada meninggalnya Hu Yaobang, seorang reformis liberal pada tahun 1989. Kematiannya memicu protes mahasiswa pro-demokrasi,” ucapnya.
Berbeda dengan tahun 1980-an, Partai Komunis Tiongkok telah membentuk negara pengawasan, sehingga membuat peringatan berskala besar tidak mungkin dilakukan.
“Meski saat ini mahasiswa dan rakyat Tiongkok tidak bisa menggelar protes massal seperti demonstrasi yang dipicu oleh kematian Hu Yaobang pada April 1989, meninggalnya Li Keqian mungkin akan semakin melemahkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Xi Jinping,” pungkasnya.
