Trump Peringatkan Xi Jinping dan Putin Jika Diam-diam Bantu Iran: Akibatnya Akan Sangat Buruk

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih
Sumber :
  • White House

Jakarta, VoxPop – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi isu dugaan keterlibatan Rusia dan China dalam membantu Iran di tengah meningkatnya konflik antara Washington dan Teheran.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Meski mengaku masih mempercayai Moskow dan Beijing tidak berada di balik dukungan tersebut, Trump memperingatkan konsekuensi serius apabila dugaan itu terbukti.

"Saya tidak tahu apakah mereka (Rusia dan China) memfasilitasi (Iran). Saya rasa saya percaya mereka," kata Trump, dilansir dari Reuters, Minggu 26 Juli 2026.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Trump mengatakan keyakinannya didasarkan pada komitmen yang disampaikan langsung Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral mereka di Beijing beberapa waktu lalu.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengungkapkan Xi menegaskan China tidak akan memasok ataupun menjual senjata kepada Iran dalam keadaan apa pun, termasuk melalui perusahaan-perusahaan asal China.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

"Presiden Xi, dalam pertemuan kami baru-baru ini di Beijing, China, mengatakan kepada saya bahwa dia tidak akan, dalam kondisi apa pun, memberikan atau menjual senjata kepada Iran. Dan pernyataan itu mencakup pula perusahaan-perusahaan China," tulis Trump.

Trump juga menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan komitmen serupa untuk tidak menjual persenjataan kepada Iran.

Atas dasar itu, ia mengaku masih percaya Rusia dan China tidak terlibat langsung dalam konflik yang terus memanas antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun, Trump menegaskan sikap tersebut bisa berubah apabila ditemukan bukti bahwa kedua negara diam-diam membantu Teheran.

"Jika mereka melakukannya, itu akan sangat buruk bagi mereka. Jelas bukan demi kepentingan terbaik mereka," tulis Trump di Truth Social.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat sejak Februari 2026. Ketegangan semakin tajam setelah operasi militer gabungan AS dan Israel menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut. Sejak saat itu, aksi saling serang dan ancaman balasan terus memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Trump berbeda dengan keterangan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang disampaikan dalam sidang dengar pendapat di Senat beberapa hari sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Hegseth menyebut Rusia dan China memiliki tingkat keterlibatan tertentu dalam membantu Iran, meski tidak menjelaskan secara rinci bentuk dukungan yang dimaksud.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut