AS Diam-diam Beli Air Berat Iran untuk Nuklir Melalui Prantara

Tur media pembangunan kembali reaktor nuklir air berat di Kota Arak, Iran,
Sumber :
  • ANTARA FOTO/West Asian News Agency via REUTERS/

Kebuntuan dalam perundingan yang berlarut-larut untuk menghidupkan kembali pakta nuklir tahun 2015, yang memungkinkan Iran menyimpan hingga 130 ton air berat, telah meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington.

img_title Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Perundingan Gagal

Pada April 2016, setelah perjanjian penting tersebut dicapai, para pejabat AS mengatakan bahwa mereka bermaksud membeli 32 metrik ton air berat dari Iran senilai US$8,6 juta atau Rp133,3 miliar. Namun, hal itu mendapat kritik oleh Partai Republik.

Hal ini segera diikuti oleh undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat AS yang memblokir pembelian air berat dari Iran.

img_title IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Lanjutkan Kenaikan Ikuti Penguatan Wall Street dan Bursa Asia

Pada bulan November 2019, pengawas nuklir PBB mengklaim bahwa stok air berat Iran untuk reaktor telah melampaui batas yang ditetapkan berdasarkan perjanjian tahun 2015 dengan negara-negara besar, yaitu mencapai 131,5 ton.

Reaktor nuklir air berat Arak, juga dikenal sebagai Arak atau IR-40, terletak di timur laut Iran, yang merupakan fasilitas utama di Iran untuk produksi turunan air berat.

img_title Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bantah Mengundurkan Diri

Ilustrasi Selat Hormuz

Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Salah satu poin utama dalam beleid tersebut ialah pelarangan kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dianggap bermusuhan melintasi selat hormuz

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut