Vladimir Putin: Dari Mata-Mata Uni Soviet jadi Presiden Terlama Rusia
- BBC.uk.co
Rusia – Presiden petanaha Rusia Vladimir Putin, kembali meraih kemenangan dalam pemilihan presiden (Pilpres) Rusia, yang diadakan sejak Jumat, 13 hingga ditutup Minggu, 17 Maret 2024.
Hasil ini berarti, Putin yang kini berusia 71 tahun, akan memulai masa jabatan enam tahunnya yang baru, yang akan membuatnya menjadi pemimpin terlama Rusia selama lebih dari 200 tahun.
Jika ia menyelesaikan masa jabatannya di masa depan, ia akan menyalip Catherine 'Yang Agung' sebagai pemimpin Rusia yang paling lama menjabat.
VoxPop Militer: Presiden Rusia, Vladimir Putin
- news.com.au
Mantan permaisuri memerintah Rusia selama 34 tahun empat bulan antara tahun 1762 dan 1796.
Ia juga akan mengalahkan masa jabatan sekretaris jenderal Partai Komunis Uni Soviet, Joseph Stalin, menjabat selama 30 tahun antara tahun 1922 dan 1952.
Mantan Agen Mata-mata dan Perdana Menteri
Melansir Biography, Putin di pemerintahan Rusia dimulai sejak menjabat sebagai Perdana Menteri negara tersebut pada tahun 1999-2000, diikuti dengan jabatan Presiden antara tahun 2000-2008, dan sekali lagi sebagai Perdana Menteri pada tahun 2008-2012.
Namun, jauh sebelum itu, ia sebenarnya sudah mahir dalam 'politik'.
Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Putin bekerja sebagai perwira intelijen luar negeri KGB selama 16 tahun sebelum mengundurkan diri pada tahun 1991 untuk berkarir di bidang politik.
KGB atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti atau Komite Keamanan Negara merupakan badan milik Uni Soviet yang bertugas melindungi dari ancaman domestik dan asing.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat masih jadi mata-mata KGB
- BBC.uk.co
KGB dikenal sebagai badan intelijen yang paling disegani di dunia saat masa Perang Dingin berlangsung (1947-1991). Namun, badan ini resmi dibubarkan pada 1995 seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan berakhirnya Perang Dingin.
Menurut biografi resminya, Putin lulus dalam bidang hukum di Universitas Negeri Saint Petersburg pada tahun 1975 dan bergabung dengan KGB.
Pada tahun 1984, Putin dikirim ke Moskow untuk pelatihan lebih lanjut di Institut Spanduk Merah Yuri Andropov dan bertugas di Dresden, Jerman Timur, menggunakan identitas alias sebagai penerjemah.
Pada tahun 1989, ia dilaporkan mendapat tugas untuk menyimpan arsip Pusat Kebudayaan Soviet dan vila KGB di Dresden untuk otoritas resmi Jerman yang akan segera bersatu untuk mencegah para demonstran, termasuk agen KGB dan Stasi. Ia mendapatkan dan menghancurkannya.
