Biden Izinkan Ukraina Pakai Rudal AS untuk Serang Rusia, Perang Dunia III di Depan Mata
- AP Photo/Patrick Semansky.
Washington, VoxPop – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden telah mengizinkan Ukraina untuk menggunakan rudal AS untuk menyerang Rusia.
Pengumuman ini melonggarkan pembatasan pada senjata jarak jauh saat Rusia mengerahkan ribuan tentara Korea Utara untuk memperkuat perangnya, menurut seorang pejabat AS dan tiga orang lainnya yang mengetahui informasi tersebut.
VoxPop Militer: Rudal MIM-104 Patriot buatan Amerika Serikat
- nbcnews.com
Keputusan yang mengizinkan Kiev untuk menggunakan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat, atau ATACM, untuk serangan lebih jauh ke dalam Rusia muncul saat Presiden Vladimir Putin menempatkan pasukan Korea Utara di sepanjang perbatasan utara Ukraina untuk mencoba merebut kembali ratusan mil wilayah yang direbut oleh pasukan Ukraina.
Langkah Biden juga mengikuti kemenangan pemilihan presiden Donald Trump, yang mengatakan bahwa ia akan segera mengakhiri perang dan menimbulkan ketidakpastian tentang apakah pemerintahannya akan melanjutkan dukungan militer penting Amerika Serikat untuk Ukraina.
Pejabat tersebut dan orang lain yang mengetahui informasi tersebut tidak berwenang untuk membahas keputusan AS secara terbuka dan berbicara dengan syarat anonim.
"Serangan tidak dilakukan dengan kata-kata," kata Zelensky, dikutip dari AP, Senin, 18 November 2024.
"Hal-hal seperti itu tidak diumumkan. Rudal akan berbicara sendiri," sambungnya.
Zelensky dan banyak pendukungnya dari Barat telah mendesak Biden selama berbulan-bulan agar mengizinkan Ukraina menyerang target militer yang lebih dalam di Rusia dengan rudal yang dipasok Barat.
Ukrian mengatakan larangan AS telah membuat Kiev tidak mungkin mencoba menghentikan serangan Rusia terhadap kota-kota dan jaringan listriknya.
Pernyataan Zelensky muncul tak lama setelah ia mengunggah pesan belasungkawa di Telegram menyusul serangan Rusia terhadap gedung sembilan lantai yang menewaskan sedikitnya delapan orang di kota utara Sumy, 40 kilometer (24 mil) dari perbatasan dengan Rusia.
Rusia juga meluncurkan serangan pesawat nirawak dan rudal besar-besaran, yang menargetkan infrastruktur energi dan menewaskan warga sipil.
Serangan itu terjadi saat kekhawatiran meningkat tentang niat Moskow untuk menghancurkan kapasitas pembangkit listrik Ukraina sebelum musim dingin.
"Dan ini adalah jawaban bagi semua orang yang mencoba mencapai sesuatu dengan Putin melalui pembicaraan, panggilan telepon, pelukan, dan peredaan," ucap Zelensky.
