Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Sumber :
  • REUTERS/Kylie Cooper

Jakarta, VoxPop – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan menunda rencananya untuk memperluas agresi militer terhadap Iran, menyusul kekhawatiran bahwa eskalasi serangan itu dapat menguras cadangan rudal pertahanan udara AS yang kian menipis.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Laporan tersebut pertama kali dihembuskan harian The New York Times, dengan mengutip sejumlah sumber internal.

Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan, militer AS terus mematangkan rencana operasi militer berskala besar terhadap Iran, meski Presiden Trump belum menerbitkan perintah resmi.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

Rudal Iran

Photo :
  • Antara

Menurut Axios, Trump telah menginstruksikan penghentian serangan baru ke Iran sejak Jumat, 25 Juli 2026, dengan memutus gelombang gempuran yang telah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.

img_title AS Kembali Serang Iran

The New York Times menyebut, penundaan eskalasi serangan itu didasari oleh kekhawatiran Pentagon akan penipisan stok rudal penangkis jenis Patriot, dan amunisi pertahanan udara lainnya di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, para pejabat tinggi AS mengkhawatirkan dampak pelebaran konflik, mulai dari renggangnya hubungan dengan sekutu kunci di Teluk Persia, guncangan ekonomi global, hingga semakin buruknya krisis energi dan migrasi.

Keputusan Trump tersebut diambil usai menggelar pertemuan tertutup bersama para penasihat dan pejabat senior Pemerintah AS, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Secara terpisah, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, memperingatkan ke internalnya bahwa meski penyerangan skala besar memungkinkan untuk dilanjutkan, langkah tersebut berisiko tinggi menguras habis persediaan rudal pencegat milik militer AS.

Hampir seluruh lingkaran dalam istana kepresidenan AS juga menganggap bahwa rencana eskalasi tersebut kurang bijaksana.

Salah seorang pejabat bahkan meragukan serangan baru akan membawa Iran kembali ke meja perundingan dan justru berisiko menyatukan rakyat Iran untuk melawan ancaman dari luar. (Ant).

Ilustrasi tempe

Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Produk pangan olahan Indonesia termasuk tempe meraup potensi transaksi US$8,3 juta atau sekitar Rp 150,7 miliar, dalam pameran Summer Fancy Food Show (SFFS) di New York.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut