Pengacara Presiden Korsel yang Dimakzulkan Sebut Penyidik Pemeriksanya "Investigasi Ilegal"

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memberikan pernyataan terkait Itaewon
Sumber :
  • Sun Myung-geon/Yonhap via AP

Seoul, VoxPop – Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menolak untuk diperiksa oleh Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO), pada Kamis, 16 Januari 2025, atas pernyataan darurat militernya.

img_title Jepang Turunkan Pemain Bintang di Asian Games 2026, Timnas Voli Putri Indonesia Wajib Waspada

Pengacara Yoon mengatakan bahwa ia tidak akan bekerja sama dengan investigasi apa pun karena mereka yakin lembaga tersebut tidak memiliki kewenangan hukum untuk melakukan penyelidikan semacam itu.

Menurut Seok Dong-hyun, anggota tim pembela presiden, Yoon tidak memiliki hal lain untuk ditambahkan setelah interogasi selama 10 jam yang dilakukan oleh penyidik CIO pada hari sebelumnya dan tidak akan menanggapi permintaan pemeriksaan lebih lanjut.

img_title Staf Persija Bongkar Fakta Sanksi Shin Tae-yong di Korea Selatan

VoxPop Militer: Tentara Korea Selatan di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ)

Photo :
  • eastasiaforum.org

"Tidak ada alasan atau keharusan untuk bekerja sama dengan investigasi ilegal CIO," kata Seok, dikutip dari The Korea Times, Jumat 17 Januari 2025.

img_title RI Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan dengan Korsel

Yoon ditahan pada Rabu pagi di kediamannya di Seoul oleh penyidik dari CIO dan polisi serta menjalani dua sesi pemeriksaan di kantor pusat lembaga tersebut. Setelah itu, ia ditempatkan di Pusat Penahanan Seoul.

Pada hari Kamis, Yoon dijadwalkan untuk diperiksa pada pagi hari, tetapi sidang ditunda hingga pukul 02.00 siang setelah pengacaranya menyebutkan alasan kesehatan. Akhirnya, ia tidak hadir untuk pemeriksaan pada sore hari.

Sebelum Yoon dibawa ke kantor pusatnya di Gwacheon, Provinsi Gyeonggi, CIO telah menyiapkan lebih dari 200 halaman pertanyaan. Ia dituduh melakukan dua pelanggaran pidana utama yakni penyalahgunaan kekuasaan dan pemberontakan yang berasal dari tindakannya dalam mengesahkan dan menerapkan dekrit darurat militer.

VoxPop Militer: Tentara Korea Selatan di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ)

Photo :
  • cbsnews.com

Namun, Yoon sebagian besar tetap diam, dan menolak memberikan tanggapan pada CIO.

Pada akhir hari pertama pemeriksaan, ia bahkan menolak menandatangani dokumen yang diperlukan untuk mengonfirmasi proses pemeriksaan yang semestinya.

Pengacaranya berpendapat bahwa CIO tidak memiliki kewenangan hukum untuk menyelidiki tuduhan pemberontakan.

Mereka pun mengutip undang-undang yang secara eksplisit menunjuk polisi sebagai satu-satunya otoritas untuk menangani masalah tersebut. Namun, CIO mempertahankan yurisdiksi investigasinya, dengan alasan bahwa pemberontakan merupakan kejahatan terkait dalam lingkup kewenangannya.

Atas alasan tersebut, tim hukum Yoon berpendapat bahwa surat perintah yang dikeluarkan untuk menahannya oleh hakim "berhaluan kiri", Lee Soon-hyung, di Pengadilan Distrik Barat Seoul, cacat sejak awal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut