Pulau yang Cuma Dihuni Penguin Dekat Antartika Kena Sasaran Tarif Trump

Pulau Heard dan Pulau McDonald dekat Antartika cuma dihuni penguin
Sumber :
  • csiro.au

Canberra, VoxPop – Sekelompok pulau vulkanik tandus tak berpenghuni di dekat Antartika, yang tertutup gletser dan menjadi rumah bagi penguin, telah terseret dalam perang dagang Presiden AS Donald Trump, saat ia menjatuhkan tarif sebesar 10 persen untuk barang-barang yang masuk ke Washington.

img_title Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Pulau Heard dan Kepulauan McDonald, yang merupakan wilayah luar Australia, merupakan salah satu tempat paling terpencil di bumi, yang hanya dapat diakses melalui pelayaran perahu selama dua minggu dari Perth di pantai barat Australia.

Kedua pulau itu sama sekali tidak berpenghuni, dengan kunjungan terakhir orang-orang diyakini hampir 10 tahun yang lalu.

img_title Aksi Brigjen Hengki Haryadi di Pulau Terluar, Nelayan dan Warga Rasakan Manfaat

Presiden AS Donald Trump berlakukan tarif masuk barang impor ke AS

Photo :
  • AP Photo/Mark Schiefelbein

Meski demikian, pulau Heard dan McDonald ditampilkan dalam daftar yang dirilis oleh Gedung Putih berisi "negara-negara" yang akan dikenakan tarif perdagangan baru.

img_title Netanyahu Buka Peluang Israel Serang Iran Tanpa AS, Negosiasi Nuklir Justru Masuki Tahap Lanjut

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan, "Tidak ada tempat di bumi yang aman."

Pulau Heard dan Kepulauan McDonald termasuk di antara beberapa "wilayah eksternal" Australia yang tercantum secara terpisah dalam daftar tarif untuk Australia, yang akan mengenakan tarif sebesar 10 persen atas barang-barangnya.

Wilayah eksternal merupakan bagian dari Australia dan tidak memiliki pemerintahan sendiri, tetapi memiliki hubungan yang unik dengan pemerintah federal.

Wilayah-wilayah tersebut yang ditampilkan dalam daftar Gedung Putih adalah Kepulauan Cocos (Keeling), Pulau Christmas, dan Pulau Norfolk.

Pulau Norfolk, yang berpenduduk 2.188 orang dan terletak 1.600 km (1.000 mil) di timur laut Sydney, dikenai tarif sebesar 29 persen, 19 poin persentase lebih tinggi daripada wilayah Australia lainnya.

Pada tahun 2023, Pulau Norfolk mengekspor barang senilai US$ 655 ribu ke AS, dengan ekspor utamanya adalah alas kaki kulit senilai US$ 413 ribu, menurut data Observatory of Economic Complexity.

Namun, George Plant, administrator Pulau Norfolk, membantah data tersebut.

"Tidak ada ekspor yang diketahui dari Pulau Norfolk ke Amerika Serikat dan tidak ada tarif atau hambatan perdagangan non-tarif yang diketahui atas barang yang masuk ke Pulau Norfolk," kata Plant, dikutip dari The Guardian, Kamis 3 April 2025.

Albanese pun mengatakan bahwa Pulau Norfolk telah dikenai tarif sebesar 29 perseb.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut