Putin Berterima Kasih ke Kim Jong Un Usai Korut Bantu Rusia Lawan Ukraina

VoxPop Militer: Kim Jong-un dan Vladimir Putin
Sumber :
  • 9Dashline

Moskow, VoxPop – Presiden Rusia Vladimir Putin berterima kasih kepada pasukan Korea Utara karena telah memerangi pasukan Ukraina di wilayah Kursk Rusia, setelah Korea Utara pada hari Senin mengonfirmasi pengerahan pasukan tersebut untuk pertama kalinya.

img_title Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Dalam sebuah pernyataan dari Kremlin pada hari Senin, Putin memuji kepahlawanan dan dedikasi para pejuang Korea Utara, yang katanya "bahu-membahu dengan para pejuang Rusia, membela Tanah Air kita sebagai milik mereka sendiri." Rusia pada hari Sabtu mengatakan pasukannya telah merebut kembali wilayah Kursk yang direbut pasukan Ukraina dalam serangan mendadak tahun lalu. 

VoxPop Militer: Tentara Korea Utara (Korut) di Rusia

Photo :
  • Minisitry of Defence of the Russian Federation
img_title Korsel Lanjutkan Bangun Jalur Kereta ke Korut pada 2027

Dikutip dari laman The Hindu, Pejabat intelijen AS, Korea Selatan, dan Ukraina mengatakan Korea Utara mengirim 10.000-12.000 tentara ke Rusia musim gugur lalu dalam partisipasi pertamanya dalam konflik bersenjata besar sejak berakhirnya Perang Korea 1950-53. 

Namun Korea Utara belum mengonfirmasi atau membantah pengerahan pasukannya yang dilaporkan ke Rusia hingga Korut mengakuinya hari Senin.

img_title Cerita Prabowo Diminta Presiden Korsel Buka Jalur Dialog dengan Korut

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memutuskan untuk mengirim pasukan tempur ke Rusia berdasarkan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatanganinya dan Putin pada Juni 2024, kata Komisi Militer Pusat Korea Utara dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah. 

Perjanjian tersebut — yang dianggap sebagai perjanjian pertahanan terbesar kedua negara sejak berakhirnya Perang Dingin — mengharuskan kedua negara untuk menggunakan semua cara yang tersedia untuk memberikan bantuan militer segera jika salah satu diserang.

Pernyataan tersebut mengutip Kim yang mengatakan bahwa pengerahan pasukan tersebut dimaksudkan untuk "memusnahkan dan menyapu bersih penjajah neo-Nazi Ukraina dan membebaskan wilayah Kursk, bekerja sama dengan angkatan bersenjata Rusia." "Mereka yang berjuang demi keadilan semuanya adalah pahlawan dan perwakilan kehormatan tanah air," kata Kim.

Kim mengatakan bahwa sebuah monumen akan segera didirikan di Pyongyang untuk menandai prestasi pertempuran Korea Utara dan bahwa bunga akan diletakkan di depan batu nisan para prajurit yang gugur. Kim mengatakan pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk memperlakukan dan merawat keluarga para prajurit yang ikut serta dalam perang secara istimewa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut