Cerita Prabowo Diminta Presiden Korsel Buka Jalur Dialog dengan Korut
- Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta, VoxPop – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Presiden Korea Selatan (Korsel) memintanya membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara (Korut).
Menurut Prabowo, permintaan tersebut mencerminkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok.
"Presiden Korea Selatan, minta kepada saya, bisa nggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog," ujar Prabowo dalam pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat.
Presiden RI Prabowo Subianto
- Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Permintaan ini, kata Prabowo, disampaikan saat melakukan kunjungan kenegaraan di Korea Selatan. Menanggapi permintaan tersebut, Prabowo menyatakan kesediaannya apabila memang diminta secara resmi untuk menjalankan misi tersebut,
"Saya bilang, oh saya dengan hormat, dengan rela, kalau diminta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat," katanya.
Prabowo menilai kepercayaan tersebut lahir karena Indonesia selama ini dikenal tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Prinsip itu, kata Prabowo, membuat Indonesia dapat diterima oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan berbeda.
"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur dalam urusan dalam negeri, negara manapun. Itu yang kita pegang teguh," terang Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mencontohkan pendekatan serupa juga diterapkan Indonesia dalam menyikapi konflik di Myanmar, sehingga Indonesia tetap dapat diterima oleh berbagai pihak yang terlibat.
Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia akan terus berpegang pada politik luar negeri non-blok (non-aligned) yang diwariskan para pendiri bangsa.
Indonesia, lanjutnya, tidak akan bergabung dengan blok atau pakta militer mana pun dan memilih membangun hubungan baik dengan semua negara.
Menurut Prabowo, sikap netral dan terbuka terhadap semua pihak menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mendorong perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
"Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita, saya berusaha untuk rekonsiliasi, saya berusaha untuk memberi pendekatan," imbuhnya. (Ant)
