Upaya China Mengendalikan Dalai Lama: Perebutan Kekuasaan Spiritual dan Budaya
- npr.org
Perebutan kekuasaan atas suksesi Dalai Lama ini bukan sekadar isu agama. Ini adalah bagian dari kampanye besar China untuk melakukan genosida budaya. Tujuannya bukan hanya menguasai wilayah Tibet secara fisik, tetapi juga mengubah makna identitas Tibet itu sendiri. Dengan menguasai simbol spiritual tertinggi umat Buddha Tibet, Beijing ingin menjadikan agama sebagai alat propaganda negara—menggantikan keyakinan tulus dengan pertunjukan politik.
Bagi rakyat Tibet, ini adalah pertarungan hidup dan mati. Jika Beijing berhasil menculik Dalai Lama berikutnya, maka seolah-olah matahari mereka tertutup selamanya—dan mungkin takkan pernah bersinar lagi. Metafora ini menunjukkan betapa besar ancaman yang dihadapi, bukan hanya bagi satu lembaga agama, tetapi bagi seluruh peradaban.
Dalai Lama
- npr.org
Dunia internasional harus sadar bahwa ini bukanlah sekadar konflik agama, tetapi upaya terang-terangan untuk memusnahkan budaya. Ketika negara ateis mengklaim hak untuk menentukan pemimpin spiritual yang dipercaya sebagai titisan welas asih, yang kita saksikan bukan hanya kemunafikan, tapi juga bentuk kekerasan spiritual yang paling keji.
Menjelang ulang tahun ke-90 Dalai Lama, dunia harus bersiap untuk membela kesakralan proses suksesi beliau. Jika dunia diam, maka dunia akan menjadi saksi sekaligus bagian dari salah satu perampasan agama paling sinis dalam sejarah—membiarkan sebuah rezim otoriter tidak hanya menaklukkan tanah dan kebebasan, tetapi juga mengklaim hal yang suci.
