Senator AS Gulirkan RUU Jegal Hadiah Jet Mewah Qatar untuk Trump
- GVA Spotter
Washington, VoxPop – Pemimpin Minoritas Senat AS dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, pada Senin, 19 Mei 2025, mengajukan rancangan undang-undang yang bertujuan melarang penggunaan pesawat asing sebagai Air Force One, pesawat resmi yang digunakan oleh Presiden Amerika Serikat.
Langkah ini diambil setelah munculnya laporan bahwa Presiden Donald Trump berencana menerima pesawat senilai US$ 400 juta (Rp 6,5 triliun) dari Qatar, yang menurut para ahli hukum menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai cakupan undang-undang yang berkaitan dengan hadiah dari pemerintah asing dan dimaksudkan untuk mencegah korupsi serta pengaruh yang tidak semestinya.
Rancangan undang-undang yang diberi nama "Presidential Airlift Security Act" ini akan melarang Departemen Pertahanan menggunakan dana untuk memperoleh atau memodifikasi pesawat asing agar digunakan sebagai transportasi udara presiden.
Presiden A Donald Trump berbicara di Lusail Palace, Doha, Qatar
- AP Photo/Alex Brandon
Schumer menekankan bahwa memodifikasi pesawat mewah yang ditawarkan oleh keluarga kerajaan Qatar akan memerlukan peningkatan keamanan, perbaikan komunikasi untuk mencegah penyadapan, dan peralatan untuk menangkal serangan rudal, yang biayanya bisa sangat besar mengingat upaya Boeing Co saat ini untuk membangun dua pesawat Air Force One baru melebihi US$ 5 miliar (Rp 82,2 triliun).
Meskipun kemungkinan besar rancangan undang-undang ini tidak akan menjadi hukum, mengingat Partai Republik yang dipimpin oleh Trump memegang mayoritas di Senat.
Selain itu, langkah ini menandai upaya lain oleh Partai Demokrat untuk menentang rencana tersebut. Schumer pekan lalu berjanji untuk memblokir semua calon pejabat Departemen Kehakiman Trump sampai lembaga tersebut melaporkan apa yang diketahuinya tentang tawaran Qatar.
Melansir dari ANews, Selasa 20 Mei 2025, beberapa anggota Partai Republik di Kongres juga menyuarakan keprihatinan mereka terhadap tawaran Qatar. Namun, Trump mengatakan akan "bodoh" baginya untuk menolak tawaran tersebut.
Pesawat Boeing 747 mewah yang ditawarkan oleh Qatar saat ini berada di San Antonio, Texas, menunggu perombakan khusus dari kontraktor pertahanan agar Presiden Trump dapat menggunakannya sebagai Air Force One berikutnya.
Belum jelas seberapa cepat pesawat tersebut akan siap digunakan oleh Trump. Namun, para ahli memperingatkan bahwa mempercepat proses modifikasi dapat menimbulkan risiko keamanan nasional.
