5 Situs yang Menakjubkan Dunia Selama Puncak Haji

Jamarat
Sumber :
  • Bahauddin-Darmawan/MCH2019

Bermalam di Mina disebut mabit, dan merupakan wajib haji. Siapa yang meninggalkannya tanpa uzur, maka ia wajib membayar dam (denda). Itu kenapa Mina adalah tempat paling riuh dan paling lama disinggahi jemaah haji. 

img_title Komisi VIII DPR Usul Kementerian Haji Bentuk Badan Layanan Umum untuk Kelola Asrama Haji

Jamaah tinggal di Mina sampai tanggal 12 Dzulhijjah (dua malam: malam 11 dan malam 12). Setelah melempar tiga jumrah pada 12 Dzulhijjah, jemaah boleh keluar dari Mina sebelum matahari terbenam. Ini disebut dengan nafar awal.

Sedangkan nafar tsani, jemaah tinggal di Mina hingga 13 Dzulhijjah (menginap tiga malam). Melempar jumrah pada hari 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Menurut sebagian ulama, nafar tsani lebih afdol karena Nabi Muhammad SAW melakukan nafar tsani.

img_title Bank Mega Syariah Serahkan Grand Prize Voucher Haji Khusus Senilai Rp 245 Juta

5. Jamarat 'Melempar Setan'

Puncak Haji, Hari Kedua di Mina, Jemaah Lontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah

Photo :
  • Humas Kemenag
img_title Menhaj: Jumlah Antrean Haji Capai 5,8 Juta Orang, Tiap Tahun Terus Bertambah

Salah satu lokasi paling sibuk lainnya selama prosesi haji adalah Jamarat, berupa tiga tiang batu besar yang terletak di kawasan Mina, tempat jemaah haji melempar batu (jumrah) sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. Ada tiga tempat melempat jumrah, yakni Jamarat al-Ula (Jumrah Kecil); Jamarat al-Wusta (Jumrah Tengah), dan Jamarat al-Aqabah (Jumrah Besar).

Ritual melontar jumrah merujuk pada peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS digoda oleh setan di tiga tempat saat akan melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Di setiap tempat godaan itu muncul, Nabi Ibrahim melemparinya dengan batu kecil sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan.

Jembatan Jamarat yang terhubung oleh terowongan Mina merupakan salah satu proyek yang paling terkemuka di Mina. Menelan biaya lebih dari 4,2 miliar riyal dan dapat menampung sekitar 500 ribu jemaah haji perjam dengan panjang 950 meter dan lebar 80 meter.

Desainnya telah memenangkan beberapa penghargaan internasional. Jemaah haji tidak perlu khawatir akan bertabrakan karena arus masuk-keluar dari lokasi lempar jumrah dipisahkan sehingga tidak saling bertabrakan.

Kompleks Jamarat Mina ini memiliki 5 lantai, dan di setiap lantai memiliki akses ke ketiga Jamarat. 

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah

Sabet Opini WTP ke-8, BPKH Tegaskan Pengelolaan Dana Haji Transparan dan Akuntabel

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menorehkan prestasi dalam tata kelola keuangan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk tahun 2025.

img_title
VoxPop.co.id
27 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut