Puluhan Negara Kutuk Rencana Israel Bangun Permukiman Baru di Tepi Barat

Otoritas Israel membangun tujuh pos permukiman ilegal di dalam Area B Tepi Barat (Foto 2024)
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu

Jakarta, VoxPop – Menteri luar negeri dari 20 lebih negara, Kamis (21/8) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam rencana Israel membangun permukiman besar di Tepi Barat. Mereka menilai langkah itu melanggar hukum internasional dan berpotensi memicu kekerasan lebih lanjut.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Kantor penyiaran publik Israel, Kan, Rabu melaporkan bahwa sebuah komisi pemerintah yang mengawasi permukiman sipil di Yudea dan Samaria, sebutan Israel untuk Tepi Barat, telah menyetujui pembangunan 3.400 rumah baru di wilayah Mevaseret Adumim, yang juga dikenal sebagai E1.

Proyek tersebut akan menghubungkan Yerusalem dengan Maale Adumim, sehingga memutus keutuhan wilayah Palestina.

img_title Kronologi Pilot Malaysia Kepergok Bawa 25 Kg Ekstasi ke Jakarta, Upahnya Bikin Geleng Kepala

Pasukan Israel masuk ke beberapa kota di Tepi Barat.

Photo :
  • ANTARA/Anadolu

“Keputusan Komite Perencanaan Tinggi Israel untuk menyetujui rencana pembangunan permukiman di kawasan E1, sebelah timur Yerusalem, tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran hukum internasional. Kami mengecam keras keputusan itu dan mendesak pembatalan segera,” demikian isi pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri Inggris.

img_title Netanyahu Tak Takut Ditangkap Negara Anggota ICC atas Dugaan Kejahatan Perang, Ini Alasannya

Dokumen itu menegaskan pembangunan tersebut tidak akan membawa manfaat bagi rakyat Israel, justru berisiko melemahkan keamanan, memicu lebih banyak kekerasan dan ketidakstabilan, serta menunda tercapainya perdamaian.

Pernyataan itu ditandatangani oleh para menteri luar negeri dari Australia, Belgia, Kanada, Denmark, Islandia, Irlandia, Spanyol, Italia, Jepang, Latvia, Lituania, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Slovenia, Inggris, Finlandia, Prancis, Swedia, dan Estonia.

Sementara itu, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, Rabu, menyatakan PBB mengecam keputusan Israel memperluas aktivitas permukiman di Tepi Barat dan menegaskan penolakannya terhadap setiap bentuk pembangunan permukiman di wilayah pendudukan. (Ant)

VoxPop Militer: Pasukan Hamas Palestina

Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan, pihaknya tidak akan mengambil langkah apa pun terkait pelucutan senjata sebelum pasukan Israel mundur dari Jalur Gaza.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut