Anutin Charnvirakul Terpilih Jadi PM Baru Thailand

Anutin Charnvirakul terpilih menjadi PM Thailand
Sumber :
  • FB Anutin Charnvirakul

Bangkok, VoxPop – Anutin Charnvirakul, pemimpin Partai Bhumjaithai, terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand ke-32, dengan perolehan lebih dari separuh suara, mengalahkan pesaingnya dari Partai Pheu Thai, Chaikasem Nitisiri.

img_title Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Putri Thailand ke PM Anutin

Anutin berhasil mendapat dukungan 311 suara dari 490 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Thailand, 152 mendukung kandidat Pheu Thai, Chaikasem Nitisiri, dan 27 abstain, dalam pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat Thailand, Jumat, 5 September 2025. 

Anutin dinominasikan untuk jabatan tersebut oleh Chaichanok Chidchob, sekretaris jenderal Partai Bhumjaithai.

img_title Punya Komoditas Unggulan, Prabowo Yakini Sinergi RI-Thailand Bisa Perkuat Ekonomi ASEAN

Anutin Charnvirakul (kiri) terpilih menjadi PM Thailand

Photo :
  • FB Anutin Charnvirakul

Pada pemilihan umum 2023 lalu, Partai Pheu Thai mendapat 141 kursi dan menjadi partai terbesar kedua di DPR Thailand, sementara Partai Pergerakan Maju (MFP) menjadi partai terbesar dengan 151 kursi. Partai Bhumjaithai hanya memiliki 70 kursi.

img_title Tiba di Istana Merdeka, Prabowo Sambut PM Thailand Anutin Pakai Tari Jaipong

Anutin, pewaris perusahaan konstruksi besar di Thailand, sebelumnya menjabat sebagai menteri kesehatan masyarakat pada 2019--2023, kemudian menjadi wakil perdana menteri dan menteri dalam negeri pada 2023 hingga Juni 2025.

Perannya sebagai menteri kesehatan dalam menanggulangi pandemi COVID-19 serta dukungannya terhadap legalisasi ganja pada 2022 membuatnya populer di mata masyarakat Thailand.

Politisi berusia 58 tahun itu memulai karir politiknya di Partai Thai Rak Thai yang didirikan eks perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Pemilihan PM baru dilakukan DPR setelah putusan Mahkamah Konstitusi pada 29 Agustus yang resmi memberhentikan Paetongtarn Shinawatra dari jabatan Perdana Menteri akibat bocornya percakapan dengan Ketua Senat Kamboja, Hun Sen.

Mahkamah Konstitusi mendapati Paetongtarn melanggar kode etik usai mengkritik petinggi militer senior Thailand dalam panggilan telepon bersama pemimpin Kamboja Hun Sen di tengah ketegangan perbatasan.

Putusan tersebut juga menyebabkan pembubaran seluruh Kabinet, yang memicu proses pemilihan perdana menteri baru sesuai dengan konstitusi.

Sementara Paetongtarn melayangkan gugatan atas putusan tersebut. 

Prabowo Dianugerahi Medali Spesial dari PM Thailand

Prabowo Dianugerahi Medali Special Warfare Command Royal Thai Army Oleh PM Thailand

Presiden Prabowo Subianto turut menerima dekorasi pendamping lainnya berupa baret merah yang melambangkan Pasukan Khusus Thailand jadi simbol keberanian dan kehormatan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut