24 Warga Kamboja Luka-luka Usai Bentrok dengan Militer Thailand di Perbatasan

Militer Thailand terlibat bentrok dengan warga Kamboja di perbatasan
Sumber :
  • Royal Thai Army

Bangkok, VoxPop –  Militer Thailand menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah warga sipil Kamboja di wilayah perbatasan yang disengketakan pada hari Rabu, 17 September 2025, menurut pihak berwenang di kedua negara.

img_title Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Thailand Anutin Sore Ini

Ini merupakan eskalasi paling signifikan sejak mereka mengumumkan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik mematikan selama lima hari pada bulan Juli

Setidaknya 24 warga Kamboja terluka dalam insiden tersebut, menurut pihak berwenang Kamboja, sementara militer Thailand mengatakan sejumlah pejabat Thailand yang tidak disebutkan jumlahnya juga mengalami luka-luka.

img_title Timnas Indonesia Bisa Bertemu Malaysia di Piala AFF 2026, Begini Skenarionya

Bentrokan terjadi di permukiman perbatasan yang disengketakan, yang menurut Thailand merupakan bagian dari desa Ban Nong Ya Kaew di provinsi Sa Kaeo, tetapi menurut Kamboja merupakan bagian dari desa Prey Chan di provinsi Bantheay Meanchey.

Militer Thailand terlibat bentrok dengan warga Kamboja di perbatasan

Photo :
  • Royal Thai Army
img_title 2 WNA Dibunuh Secara Tragis di Pattaya, PM Thailand: Hal-hal Seperti Ini Tak Akan Terjadi Lagi

Pihak berwenang Thailand memasang pagar kawat berduri di wilayah tersebut bulan lalu dan selama berminggu-minggu, telah terjadi protes oleh warga sipil dari kedua sisi perbatasan.

Juru bicara Pemerintah Kamboja, Pen Bona mengatakan sejumlah warga sipil termasuk biksu Buddha mengalami luka atas insiden tersebut.

Bona mendesak Thailand untuk mempertahankan gencatan senjata yang dicapai pada Juli lalu, mengurangi ketegangan, dan "menghindari konfrontasi yang dapat meningkat menjadi kekerasan baru," menurut kantor berita Agence Kampuchea Press yang dikelola pemerintah.

Sementara itu, Gubernur provinsi Banteay Meanchey, Kamboja mengatakan pasukan Thailand menembakkan gas air mata dan peluru tajam di sepanjang perbatasan.

Warga yang sedang memasang kawat kemudian memprotes aksi tentara Thailand, yang menurut mereka melanggar batas wilayah Kamboja.

Kementerian Luar Negeri Thailand mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh pihak Thailand telah dilakukan dengan baik di dalam wilayah kedaulatannya, dan mengonfirmasi bahwa beberapa pejabat Thailand terluka dalam insiden tersebut.

Laporan sebelumnya menyebutkan dua tentara Thailand terluka.

Kementerian tersebut menyatakan pejabat Thailand bertindak sesuai praktik internasional, sekaligus meminta Kamboja menghentikan provokasi, ajakan protes, dan kerusuhan. Mereka juga diminta menahan diri dari tindakan yang memperburuk ketegangan, serta mencari solusi damai yang disepakati bersama demi meredakan konflik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut