Uni Eropa Usulkan Sanksi ke Israel: Setop Perjanjian Dagang hingga Ancam Tarif Tinggi

Bendera Uni Eropa.
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop Militer: Tank tempur militer Israel di Jalur Gaza, Palestina

Photo :
  • npr.org


Setelah keputusan diadopsi, Dewan Asosiasi Uni Eropa-Israel akan diberitahu tentang penangguhan tersebut. Penangguhan ini akan berlaku 30 hari setelah pemberitahuan kepada Dewan Asosiasi.

Namun demikian, komisi tersebut belum berhasil mengamankan mayoritas yang diperlukan untuk rencana yang lebih sederhana untuk menangguhkan hibah penelitian Uni Eropa kepada organisasi-organisasi Israel. 

"Meskipun kami melihat bahwa opini publik di negara-negara anggota benar-benar berubah karena penderitaan di Gaza ... di tingkat politik ... saya pikir garis politik masih sangat sesuai dengan posisinya sejauh ini," kata Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, Rabu. 

Menurutnya, agar penangguhan hibah penelitian atau perdagangan preferensial dapat diloloskan, Jerman atau Italia harus memberikan dukungan mereka. Kedua langkah tersebut bergantung pada perolehan mayoritas tertimbang, yaitu 15 dari 27 negara anggota yang mewakili setidaknya 65% populasi Uni Eropa.

Ketika ditanya tentang proposal perdagangan tersebut, seorang juru bicara pemerintah Jerman mengatakan Berlin "belum membentuk opini akhir mengenai proposal tersebut". Sanksi terhadap para menteri Israel dan para pemimpin Hamas membutuhkan suara bulat.

Hungaria sebelumnya telah memblokir beberapa sanksi Uni Eropa terhadap para pemukim Israel. Komisi tersebut sebelumnya enggan menargetkan Ben-Gvir dan Smotrich karena mengantisipasi veto dari Budapest, sekutu dekat pemerintahan nasionalis Benjamin Netanyahu.

Kallas menyatakan bahwa ia tidak mendukung upaya untuk mengecualikan Israel dari Eurovision, setelah Spanyol menjadi negara terbaru yang menyatakan akan memboikot kontes lagu tersebut jika Israel ikut serta.

Ketika ditanya tentang masalah tersebut, ia mengatakan langkah-langkah Uni Eropa dimaksudkan untuk menekan pemerintah Israel agar mengubah arah di Gaza, bukan untuk menghukum Israel atau rakyat Israel.

"Semua langkah yang mengarah pada hukuman rakyat Israel ini, menurut saya salah dan kami tidak benar-benar mengusulkannya," ujarnya.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyambut baik usulan Komisi Eropa tentang penangguhan beberapa ketentuan perdagangan dalam Kesepakatan Asosiasi dengan Israel dan sanksi terhadap menteri ekstremis dan pemukim yang melakukan kekerasan.

Lewat unggahannya di X, Presiden Dewan Eropa menekankan: "Kini giliran negara-negara anggota yang memutuskan".

Antonio menekankan langkah-langkah ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Eropa tidak dapat menerima aksi pemerintah Israel di Gaza dan Tepi Barat, yang sudah melampaui jauh hak sah Israel untuk membela diri.

Unggahan itu juga menyebutkan bahwa: "Situasi di Gaza sangat mengerikan dan tidak dapat diterima. Gencatan senjata segera harus dilakukan. Akses bantuan kemanusiaan penuh harus diberikan. Para sandera harus dibebaskan tanpa syarat."
img_title Bertemu Menteri Palestina, Sugiono Pastikan Dukungan Penuh RI untuk Kemerdekaan Palestina
Presiden Prabowo Subianto dan PM Thailand Anutin Charnvirakul

Prabowo dan PM Thailand Komitmen Tingkatkan Perdagangan hingga USD 20 Miliar pada 2030

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Thailand berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 20 M

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut