Bikin Bangga! 30 UMKM Batik Sukabumi–Cianjur Tampil di Paris
- Istimewa
“Tahun 2025 kami fokus internasional, setelah tampil di Paris dan Osaka Expo dengan diprakarsai dan didanai oleh Batik Fractal, harapannya akan ada publikasi dan pameran internasional lainnya untuk membawa Batik Indonesia semakin dikenal,” katanya.
Karya Kolaborasi 30 UMKM
Pada tahun ini, tiap UMKM berkolaborasi dengan UMKM lain untuk menghasilkan satu koleksi kolektif yang padu. Jika UMKM fesyen menghadirkan busana, maka UMKM kriya batik menciptakan aksesori seperti scarf dan bando. Dengan demikian, warna, tema, dan jenis produk telah dirancang sejak awal agar saling melengkapi.
Pengelompokan dan perancangan desain juga berangkat dari tren global Strive 2025/2026 yang dipadukan dengan potensi dan karakter peserta. Empat tren dan subtren yang menjadi rujukan adalah: Indie Rebellion, Quiet Artistry, Neo Nostalgic, dan Artisanal Elegance. Dengan memahami tren ini, UMKM diarahkan untuk menciptakan karya yang relevan dengan pasar sehingga lebih kompetitif di industri fesyen.
Di panggung Front Row, koleksi Rumah Batik Fractal–LPS tampil bersama enam desainer lain: Deden Siswanto, AM by Anggiasari Mawardi, FFF by Ferry Febby Fabry, Putri Anjani by Indina, Roemah Kebaya Vielga, dan NY by Novita Yunus.
Meski banyak desainer Indonesia kerap tampil di mancanegara, Advisory Board dan Project Director IFC, Ali Charisma, menegaskan pentingnya mengadakan peragaan busana sendiri di luar negeri.
“Busana yang dikurasi kurator luar sering kali harus di-westernisasi. Wastra Indonesia sering dianggap terlalu berat. Ada modest fashion yang akhirnya harus tampil tanpa hijab. Itu bukan lagi true fashion of Indonesia,” ujar Ali.
Menurut Ali yang sudah lima kali menggelar Front Row, memperlihatkan ciri khas asli fesyen Indonesia penting untuk melindungi pasar dalam negeri.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Monako, Andorra, serta UNESCO, H.E. Mohammad Oemar, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas kiprah desainer muda Indonesia.
“Paris adalah pusat mode dunia, dan kehadiran desainer Indonesia hari ini membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di panggung internasional. Fesyen bukan sekadar gaya, tetapi juga identitas dan dialog antarbangsa,” ujar Dubes Oemar dalam rilis resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis.
