AS Cabut Visa 6 WNA yang 'Rayakan' Kematian Charlie Kirk

Presiden AS Donald bersama aktivis sayap kanan Charlie Kirk
Sumber :
  • White House

Washington, VoxPop – Amerika Serikat (AS) mencabut visa 6 warga negara asing yang membuat komentar di media sosial yang dianggap "merayakan" pembunuhan aktivis sayap kanan Charlie Kirk, menurut Departemen Luar Negeri AS.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

"Amerika Serikat tak punya kewajiban apapun untuk menyambut orang asing yang mengharapkan kematian terhadap seorang warga Amerika," kata Deplu AS melalui media sosial X pada Selasa.

"Departemen Luar Negeri terus mengidentifikasi pemegang visa yang merayakan pembunuhan keji Charlie Kirk."

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Deplu AS menyatakan bahwa "warga asing yang memanfaatkan keramahtamahan Amerika sembari merayakan pembunuhan warga negara kami akan disingkirkan".

Identitas keenam WNA tersebut tidak diumumkan, namun masing-masing dari mereka diketahui berasal dari Argentina, Brasil, Jerman, Meksiko, Paraguay, dan Afrika Selatan.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Dalam kiriman mereka di media sosial X, Deplu AS membagikan tangkapan layar dari komentar-komentar warga negara asing tersebut dan menyatakan bahwa visa mereka telah dibatalkan.

Pengumuman tersebut disampaikan seusai Presiden AS Donald Trump menganugerahkan Medali Kebebasan secara anumerta kepada Charlie Kirk, yang ia sebut sebagai "pahlawan agung Amerika" dan "martir bagi kebebasan".

Charlie Kirk, aktivis pendukung penuh Trump tewas ditembak pada 10 September lalu saat berkampanye dengan mahasiswa di Utah Valley University di Kota Orem, 64 kilometer di selatan Salt Lake City, ibu kota negara bagian Utah.

Si terduga pelaku penembakan, Tyler Robinson (22), ditangkap seusai kejadian, dan menghadapi dakwaan pembunuhan berencana.

Ilustrasi minyak mentah.

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Harga minyak turun lebih dari 5 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut